Sabtu, 17 November 2018 10:11 WIB
pmk

Nusantara

Nyuk Belajar Cara Mengelola Sampah di TPST 3R Seminyak Bali

Redaktur: Ali Rahman

Penyerahan Tempat Sampah oleh Coca-Cola Amatil Indonesia untuk Program Bali's Beach Clean Up bersama Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati. Foto: Coca Cola Amatil Indonesia untuk INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Seminyak (TPST 3R Seminyak) Bali  meresmikan learning center yang akan memfasilitasi kunjungan belajar serta berbagai program lainnya untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah. Learning center tersebut merupakan bagian terbaru dari fasilitas seluas 300 m2, yang saat ini mengelola sampah bagi lebih dari 800 pelanggan di wilayah Seminyak.

”Kami sangat senang melihat antuasiasme masyarakat untuk berkunjung dan belajar dari pengalaman kami,” jelas Ketua TPST 3R Seminyak, Komang Ruditha.

”Dengan adanya learning center ini, para pengunjung dapat meluangkan waktu lebih lama untuk berdiskusi dengan saya dan tim. Kami juga berharap, ke depannya learning center TPST 3R Seminyak dapat mengadakan lebih banyak pelatihan tentang pengolahan sampah,” lanjutnya.

Pada 2004, Komang Ruditha dan tim TPST 3R Seminyak telah memulai program bersih-bersih pantai secara sederhana, hanya dengan satu truk kecil, tiga karyawan, dan 85 pelanggan.

Saat ini TPTS 3R Seminyak telah memiliki 16 truk, 36 karyawan, dan melayani lebih dari 800 pelanggan, termasuk rumah tangga dan hotel. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik yang digunakan masyarakat dan hotel, sampah plastik, kertas, serta besi akan didaur ulang atau dijual untuk didaur ulang. ”Semua hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional dan masyarakat,” tandasnya.

Learning center tersebut merupakan bentuk dukungan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), mitra kerja sama Desa Adat Seminyak beberapa tahun terakhir untuk program Bali Beach Clean Up, bersama dengan Legian, Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran.

”Kami senang CCAI memiliki kesempatan untuk mendukung pengembangan program ini, dan kami harap ke depannya learning center dan fasilitasnya dapat membantu memaksimalkan proses pelatihan dari tiap kunjungan,” ujar Presiden Direktur (Presdir) Coca-Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz.

Hingga Juli 2018, program harian Bali Beach Clean Up telah menyingkirkan lebih dari 38 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer. Program ini didukung dengan empat traktor pantai, dua  barber surf rakes, tiga truk sampah, 78 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah baru tiap tahunnya.

Mulai tahun ini, tempat sampah yang didonasikan oleh CCAI bagi masyarakat di tiap wilayah operasionalnya, termasuk Bali,merupakan jenis tiga sistem, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

”Bali Beach Clean Up selalu mengedepankan kolaborasi sebagai bagian dari solusi. Kerja sama dengan Desa Adat Seminyak dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan contoh yang baik dari pentingnya kerja sama untuk pencapaian keberlanjutan yang lebih baik lagi,” tambah Kadir Gunduz.

Coca-Cola Amatil Group Managing Director Alison Watkins menyatakan, dukungan perusahaan untuk pengembangan learning center tersebut merupakan bagian penting dalam pendekatan keberlanjutan Coca-Cola Amatil Group. ”Edukasi masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam usaha kita untuk mengurangi sampah serta melindungi lingkungan,” ujarnya.

”Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari ini semua, termasuk usaha kami dalam mengurangi sampah di tiap fasilitas manufaktur dan mendukung berbagai inisiatif masyarakat untuk mengelolah sampah dengan benar,” katanya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto yang turut menghadiri rangkaian program Bali’s Big Eco Weekend 2018 mengungkapkan apresiasinya untuk Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai salah satu industri minuman non-alkohol siap saji di Indonesia yang telah mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan Industri 4.0 dan melindungi lingkungan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung konservasi lingkungan salah satunya melalui Kebijakan Industri Hijau yang telah dicantumkan di Undang-Undang No 3/2015 dan dituangkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 - 2035.

Dalam mendukung peningkatan program daur ulang yang lebih baik difasilitas tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) menyerahkan bantuan satu unit mesin cacah plastik ke TPST 3R Seminyak di dalam rangkaian peresmian learning center.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Anita Firmanti menjelaskan, persoalan sampah merupakan salah satu isu besar di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, timbulan sampah rumah tangga dan sejenisnya mencapai 66,5 juta ton pada 2018, dengan komposisi 16 persen yang sebagian besar masuk ke laut (marine debris). Sebanyak 62 persen dari marine debris tersebut adalah kantong plastik yang tidak memiliki nilai di pasar. (adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bali-eco-weekend-2018 #coca-cola-amatil-indonesia #tempat-pengolahan-sampah-terpadu #seminyak-bali #alison-watkins 

Berita Terkait

IKLAN