Minggu, 23 September 2018 11:31 WIB
pmk

Nusantara

Waskita Karya Kebut Selesaikan Jalur LRT

Redaktur:

BERGENGSI-Stasiun kereta api ringan LRT (Light Rail Transit ) Palembang. FOTO:KRIS SAMIAJI/SUMATERA EKSPRES

INDOPOS.CO.ID – PT Waskita Karya selaku kontraktor terus mengebut penyelesaian LRT Sumsel. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan jalur akses menuju stasiun. Selain itu, pengaspalan jalan dan pembuatan taman sepanjang jalur LRT Sumsel juga terus dikebut.

Project Manager PT Waskita Karya, Masudi Jauhari, mengatakan, pengerjaan jalur LRT secara keseluruhan sudah dirampungkan. Hanya menyisakan pekerjaan kecil seperti pemasangan rambu batas kecepatan. “Kami juga terus berkoordinasi dengan operator mengenai pemasangan rambu itu. Sebenarnya rambunya sudah disiapkan, hanya saja operator masih mengumpulkan data untuk batas kecepatan yang diinginkan. Agar terjamin kecepatan waktu sampai kereta,” ujar Masudi di Hotel Aryaduta, kemarin (31/7).

Masudi mengatakan pihaknya saat ini masih fokus pekerjaan pembuatan jalur akses menuju stasiun. Sejumlah kendala dialami pihaknya dalam penyelesaian jalur. Di antaranya, kendala utilitas. Seperti yang dialami tim saat hendak melakukan penggalian di Stasiun Demang. Masih ada pipa aktif milik PT Pertagas yang belum ditemukan. ”Sehingga pekerjaan kami tunda dulu. Sampai pipa Pertagas yang aktif ketemu dan dilakukan pengalihan jalur. Tadinya, tim menemukan pipa. Namun, rupanya pipa yang tidak aktif,” katanya.

Masudi menuturkan ada 6 stasiun bakal dioperasikan, Besok (1/8) hingga Asian Games 2018. Yakni, Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Bumi Sriwijaya, Ampera, Cinde, Jakabaring dan DJKA. Sisanya belum bisa dioperasionalkan lantaran terkendala jalur akses menuju stasiun yang belum rampung. Nantinya, seluruh stasiun bakal dilengkapi dengan tangga ekskalator serta lift. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumardi juga dijadwalkan bakal memantau langsung operasional LRT Sumsel.

”Kami masih belum bisa kerjakan. Sebab ini permintaan tambahan kementerian. Nanti, lift bakal diperuntukkan untuk kaum difabel serta ibu hamil, orang tua, dan anak-anak,” bebernya seraya mengatakan seluruh pekerjaan bakal dirampungkan tahun ini.

Sementara itu,  Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub RI, Zulfikri yang hadir dalam rapat menuturkan LRT Sumsel sudah bisa dioperasionalkan hari ini (1/8). Hanya saja, masih ada beberapa keterbatasan. Terutama stasiun yang dioperasikan. “Enam stasiun sudah dibuka besok. Tapi untuk trainset yang dioperasikan tetap dua. Kemungkinan 13 Agustus mendatang bisa dioperasikan enam trainset,” ujar Zulfikri.

Zulfikri menjelaskan operasional LRT nantinya tetap dikhususkan bagi angkutan atlet dan ofisial Asian Games. Hanya saja, jika masih ada ruang bagi masyarakat, bisa dimanfaatkan. Namun, hingga kini pihaknya masih menyusun skema pembagian yang tepat. “Tetap diutamakan untuk angkutan Asian Games. Kalau ada lebihnya, masyarakat bisa naik. Teknisnya masih kami bicarakan,” ucapnya.

Zulfikri menerangkan waktu tunggu penumpang atau headway tetap satu jam. Seperti saat uji coba beban beberapa waktu lalu. “Karena ada dua trainset yang dioperasikan. Nantinya akan berangsur hingga 6 trainset. Saat itu, waktu tunggunya terus dipersingkat hingga 22 menit sekali,” pungkasnya. (kos/fad/ce1/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lrt #waskita-karya #asian-games-2019 

Berita Terkait

Usulan Tarif LRT Rp 10.800 Kemahalan

Jakarta Raya

MRT Diingatkan Tidak Molor Seperti LRT

Jakarta Raya

Dua Hari Jelang Berakhir, Ini Catatan Ujicoba LRT

Jakarta Raya

Ingin Naik Ujicoba LRT, Warga Jakarta Rela Antre

Jakarta Raya

Wali Kota Bogor Tolak LRT Masuk Terminal Baranangsiang

Megapolitan

LRT Berbayar Mulai 3 September

Nusantara

IKLAN