Kamis, 22 November 2018 02:05 WIB
pmk

Jakarta Raya

Ganjil-Genap Terbukti Menghemat Waktu Tempuh

Redaktur:

ARAHKAN PENGEMUDI-Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan menghalau kendaraan berplat nomor genap saat penerapan jalur Ganjil Genap di jalan Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (1/8). Foto Ismail Pohan/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Uji coba perluasan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan selama kurang lebih satu bulan membuahkan hasil signifikan terhadap peningkatan kualitas lalu lintas di Ibu Kota. Simulasi itu diikuti dengan penutupan pintu tol yang tadinya 19 gerbang menjadi 7 gerbang.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf mengatakan, pengurangan penutupan pintu tol itu dilakukan, lantaran waktu tempuh rombongan dari Wisma Atlet Kemayoran ke venue dan sebaliknya, tidak jauh berbeda. 

"Dari Wisma Atlet menuju TMII waktu tempuh 27 menit, kembali dari TMII ke Wisma Atlet (waktu tempuh) 27 menit. Kita bandingkan simulasi yang terdahulu tanpa adanya penutupan ruas jalan tol ini waktunya sama 27 menit juga," jelas Yusuf di Jakarta, Rabu (1/8).

Yusuf menjelaskan, dari 10 pintu tol yang ditutup saat keberangkatan, dikurangi menjadi 4 pintu tol. Sedangkan pada saat kepulangan dari venue yang tadinya ditutup 9 pintu tol, menjadi 3 pintu tol saja. "Hasil evaluasi pertama pagi hari nantinya hanya ada 4 pintu yang ditutup pertama di Angke 2, Tanjung Duren, Slipi 2, TMII 1. Jalur balik yang sebelumnya 9 ada tiga gate akan kita tutup yaitu Angke 1, Slipi 1, TMII 2 yang sebelumnya 9 kita potong jadi 3," ungkapnya. 

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah menjelaskan bahwa dari hasil evaluasi di lapangan, semula waktu tempuh kendaraan contohnya dari Kebayoran Lama hingga Metro Pondok Indah mencapai 20 menit. Setelah dilakukan uji coba sistem ganjil genap, waktu tempuh kendaraan di rute tersebut ditempuh sekitar 15 menit. 

Untuk waktu tempuh dari Sudirman menuju Istana Merdeka yang sebelumnya ditempuh 30 menit menjadi 25 menit. Sehingga lanjutnya, penurunan waktu tempuh ini berpengaruh pada kecepatan rata-rata kendaraan. "Sebelum ganjil genap kecepatan rata-rata hanya sekitar 20,63 kilometer per jam. Sekarang naik menjadi 23,14 kilometer per jam," kata Andri. 

Hasil evaluasi waktu tempuh kendaraan selama uji coba perluasan ganjil genap sejak 2-31 Juli 2018 lalu berkurang dari semula 15,56 menit menjadi 13,68 menit. “Artinya, terjadi penurunan waktu tempuh sekitar 12,11 persen," tambahnya.

Sedangkan untuk sisanya (tol), tambah Kombes Yusuf, akan diberlakukan buka-tutup. "Jadi yang 6 itu sistemnya seperti semula, sistem buka-tutup," ujarnya.

Selain karena masalah waktu tempuh yang tidak jauh berbeda, pengurangan pintu tol juga untuk mengurangi dampak kemacetan di jalur arteri. "Pertama adalah efektivitas penggunaan jalan tol, yang kedua adalah kondisi atau dampak dari penutupan itu di luar jalan tol," sambungnya.

Terpantau di beberapa titik pintu tol yang di tutup arus lalu lintas lancar. Namun demikian sempat ada kendaraan yang ingin masuk ke tol yang di tutup tersebut, namun akhirnya kembali mengurungkan niatnya. 

Sebelum mensimulasikan perjalanan dari Wisma Atlet ke TMII, polisi dan instansi terkait juga telah mensimulasikan rute dari Wisma Atlet ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Dalam simulasi itu, waktu tempuh pulang-pergi rombongan dapat ditempuh mencapai 20 menit. (nas/ibl)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ganjil-genap #perluasan-ganjil-genap 

Berita Terkait

IKLAN