Selasa, 13 November 2018 07:56 WIB
pmk

Jakarta Raya

Ngeles Ditilang, Pakai Nopol Palsu

Redaktur:

Petugas kepolisian tengah melakukan penindakan terhadap pengendara yang melanggar peraturan perluasan Ganjil-Genap di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (1/8). Foto: cr-1/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Dampak dari kebijakan ganjil-genap yakni tilang di tempat. Sanksi tilang di tempat dilakukan dengan denda sebesar Rp 500 ribu. Dengan pasal 280 dan pasal 287 UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Terpantau, tak sedikit dari pengendara yang melanggar melontarkan berbagai alasan. Seperti di Pancoran, polisi mendapati pengendara mobil menggunakan plat nopol palsu. Sebab saat dicek STNK dan plat nopol tidak sesuai. 

"Pengemudi itu pakai plat palsu. Tidak sesuai dengan yang tertera di STNK," ujar Bripka Ason di Jalan Gatot Subroto, Rabu (1/8).

Akhirnya, sanksi tilang di tempat dilakukan dengan denda sebesar Rp 500 ribu. Dengan pasal 280 dan pasal 287 UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga DKI untuk memaklumi pemberlakuan perluasan ganjil-genap di sejumlah ruas di Jakarta. Karena, kebijakan ini untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Harus ada pengorbanan dari warga Jakarta. Karena DKI menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018," ujar Anies Baswedan.

Ia mengajak masyarakat dan jajarannya untuk bekerja ekstra keras, agar peserta Asian Games menjadi nyaman. Anies juga menghimbau kepada warga DKI untuk menggunakan moda transportasi umum. " Memang itu tidak sederhana, tapi saya mohon pengertian dari warga Jakarta. Agar perhelatan olahraga Akbar ini berjalan lancar," ucapnya. (ibl/nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ganjil-genap #perluasan-ganjil-genap 

Berita Terkait

IKLAN