Sabtu, 17 November 2018 01:48 WIB
pmk

Politik

Fahri Hamzah: Anis Matta Lebih Pantas Dampingi Prabowo

Redaktur: Redjo Prahananda

Anis Matta. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai sosok Anis Matta yang lebih cocok dan layak mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wapres dalam Pilpres tahun depan.

Alasan Fahri, kalau memang Ustad Abdul Somad masuk dalam rekomendasi dalam Ijtima Ulama, sedangkan Abdul Somad tetap bersikeras menolak dengan berbagai alasan, Fahri memberikan calon alternatif, Anis Matta.

"Terus terang, kalau situasi seperti itu maka saya lebih mendukung Anis Matta. Sebab dia (Anis) kuat di massa arus bawah, dia planner (perencana) cemerlang,  dan dia manajer politik handal. Dia bisa membuat partai hampir hilang ini (PKS) kembali muncul. Dahsyat," papar Fahri.

Fahri menyampaikan pandangan ini dalam perbincangan bersama wartawan, setelah menyerahkan bantuan pimpinan dan anggota DPR RI bagi korban gempa di Desa Obel-obel Lombok Timur, Rabu (1/8/2018).

Fahri bahkan meyakini, kalau Anis Matta menjadi cawapres, maka banyak sekali generasi milenial yang akan memilih dia. "Anis Matta itu sama dengan ustad Abdul Somad dengan ceramah-ceramahnya. Bahkan Anis sudah digandrungi di kampus-kampus sejak lama. Dia orator ulung," ujar loyalis Anis Matta ini.

Menurutnya, sebelum figur ustad Abdul Somad muncul, Anis Matta sudah terkenal terlebih dahulu. Namun lantaran Anis tergolong sosok low profile maka jelang Pilpres ini sosoknya tidak menonjol. Meski Anis sendiri ditunjuk sebagai Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq.

Lutfhi kini menjadi terpidana kasus korupsi Januari 2013 lalu. Anis menjabat sebagai Presiden PKS sampai Agustus 2015, lalu digantikan Sohibul Iman.”Namun Anis Matta itu memang tipikal orangnya gak mau sok kampanye-kampanyean," lontar Fahri.

Dia menambahkan, saat ini tim Anis Matta itu sudah terbentuk lengkap sampai ke tingkat kecamatan. “Karena, kalau cawapres Anis Matta maka tercipta histeria massa umat Islam.”

Namun Fahri cukup menyesal, nama Anis Matta tidak termasuk dalam rekomendasi ijtima ulama. "Saya merasa aneh. Padahal kalau soal keulamaan sudah lebih lama dibandingkan Ustad Somad.” (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fahri-hamzah #cawapres-prabowo #pilpres-2019 #anis-matta #siapa-penantang-jokowi #prabowo-subianto 

Berita Terkait

IKLAN