Minggu, 23 September 2018 01:42 WIB
pmk

Ekonomi

Keputusan Pemerintah Terkait Blok Rokan Dapat Dukungan

Redaktur: Ali Rahman

SUPLAI-Aktivitas truk tangki Pertamina. Foto: Dok/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Keputusan Pemerinah Pusat terkait kepercayaan kepada Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan, Riau terhitung sejak 2021 mendapat apresiasi. “Keputusan tersebut sangat tepat dan sesuai aspirasi rakyat, tidak terkecuali masyarakat Riau,” ujar Syarwan Hamid, tokoh masyarakat Riau, yang juga mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) era B.J. Habibie di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

“Kita apresiasi karena memang itu yang rakyat inginkan, yaitu mempercayakan hak pengelolaan kepada BUMN, jangan kepada Chevron. Yang perlu diingat, Pertamina juga harus bekerja sama dengan daerah melalui BUMD. Saya kira itu sudah sesuai,” katanya.

Menurut Syarwan, potensi Blok Rokan yang terbesar di Indonesia memang luar biasa. Bahkan cadangan minyak di dalamnya, diperkirakan masih sekitar 1,5 miliar barel. Itupun ada beberapa data yang belum diungkapkan, sehingga terlihat bahwa seolah-olah potensinya lebih kecil dari yang ada. “Potensi tersebut hampir setara dengan yang dimiliki Brunei Darussalam yang kaya raya. Nah, kalau Blok Rokan bisa dimaksimalkan tentu manfaatnya bagi rakyat juga besar,” tegasnya.

Dengan mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada anak bangsa, Syarwan optimistis bahwa kontribusi yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan saat dikelola Chevron. “Dengan dikelola Pertamina, tidak perlu bagi hasil dan lebih maksimal. Selain itu, juga menambah pengalaman bagi SDM kita,” kata Syarwan.

Sebagai blok terbesar di tanah air, Blok Rokan memang sempat diperebutkan antara Pertamina dan kontraktor asing yang sudah mengelola blok tersebut sekitar setengah abad, Chevron.

Terdapat dua lapangan minyak raksasa di Blok Rokan yaitu, Minas dan Duri. Lapangan Minas yang memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel minyak sejak mulai berproduksi pada 1970-an adalah lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara.

Pada 2016, Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 km2 masih menghasilkan minyak hingga 256.000 barel per hari. Jumlah tersebut setara dengan sepertiga dari total produksi minyak nasional saat ini.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan, Riau kepada PT Pertamina (persero). Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, nilai tambah yang didapat dari keputusan ini menjadikan Pertamina sejajar dengan world top oil company yang mampu menguasai 60 persen produksi migas nasional pada 2021. (aro)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementerian-esdm #pertamina #blok-rokan #riau #blok-migas-terbesar 

Berita Terkait

IKLAN