Sabtu, 22 September 2018 12:58 WIB
pmk

Banten Raya

Disidak Sekda, Sekdis Dikbud Banten Kembali Tidak Ada di Kantor

Redaktur: Ali Rahman

Plh Sekda Provinsi Banten, Ino S Rawita bersama Assda III, Syamsir dan Kadisdikbud Engkos Kosasih mendapati ruangan kerja Sekdis Dikbud, Joko Waluyo kosong melompong saat Sidak, Kamis (2/8).

INDOPOS.CO.ID - Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ino S Rawita mengaku kecewa saat sidak bersama Assda III Syamsir, mendapati Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Joko Waluyo kembali tidak ada di kantor tanpa alasan yang jelas.

"Jelas kami kecewa, saat jam kerja Sekdis tidak ada di kantor. Jadi apa yang ditudingkan selama ini benar adanya," terang Ino didampingi Assda III dan Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Engkos Kosasih kepada INDOPOS di ruangan kerja Sekdis Dikbud di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Banten, Kamis (2/8).

Kepala Dinas Dikbud Banten, Engkos Kosasih Samanhudi yang dikonfirmasi saat mendampingi sidak Plh Sekda dan Assda III, mengaku tidak tahu keberadaan Sekdis, karena setiap keluar kantor Sekdis tidak pernah koordinasi dengan dirinya selaku Kadis.

”Dia tidak pernah lapor ke saya jika mau keluar kantor. Saya pun pernah menegur baik secara lisan maupun terulis namun tidak pernah digubris,” ungkap Engkos.

Sehari sebelumnya, empat orang tim dari Badan Kepegawain Daerah (BKD) yang sidak ke kantor Disdikbud Banten juga mendapati ruangan Sekdis kosong melompong saat jam kerja.

Kedatangan empat pejabat BKD ke kantor Disdikbud di KP3B itu adalah untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan pegawai atas perilaku Sekdis yang jarang masuk kantor, sehingga mengganggu jalannya roda organisasi di lingkungan Disdikbud Banten.

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Dindikbud mensinyalir, beraninya Sekdis membolos dan masuk kerja sesuka hati ini karena merasa bertugas dari BPKP ke Banten atas permintaan langsung dari Gubernur Wahidin Halim (WH), sehingga apapun tindakannya tidak akan mendapatkan sanksi apa apa dari Gubernur.

"Mungkin karena dia merasa orangnya WH jadi dia bisa sesuka hati kapan mau masuk kerja," ujar seorang ASN di Dindikbud Banten dengan nada kesal. (yas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #sidak-pns #pemprov-banten #ino-s-rawita #joko-waluyo 

Berita Terkait

1.500 RTS di Serang Terima Bansosratu

Banten Raya

Sekda Terkejut, Kadinkes Banten Ditahan Kejaksaan

Banten Raya

Sekda Terkejut, Kadinkes Banten Ditahan Kejaksaan

Banten Raya

IKLAN