Senin, 24 September 2018 11:55 WIB
pmk

Jakarta Raya

Jaringan Penjual Satwa Liar Dilindungi, Diendus Petugas

Redaktur:

DIAMANKAN-Petugas mengungkap jaringan penjual satwa liar dilindungi di kawasan Jakarta Barat, belum lama ini. Lima tersangka diamankan hingga harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Foto Iqbal/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat, menggagalkan kegiatan jual beli satwa dilindungi negara via media sosial, yang dilakukan anggota dari jaringan perdagangan satwa liar (dilindungi), pada Senin-Selasa (16-17/7). Lima tersangka yaitu AS, 15, CM, 18, ES, 20, SR, 18, dan SS, 25, diamankan Kepolisian.

"Kami ungkap jaringan perdagangan satwa liar, yang menggunakan media penjualannya via media sosial (medsos). Lima pelaku yakni berinisial AS, CM, ES, SR serta SS ini berhasil ditangkap oleh kami di lokasi terpisah, di wilayah Kota Jakarta Barat. Mereka ini adalah jaringan perdagangan satwa dilindungi oleh negara dan dijual melalui grup di salah satu akun medsos," tegas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Sitepu, Rabu (1/8).

Edy menambahkan, jaringan ini terbilang sudah lama beroperasi dan hanya orang tertentu saja yang bisa masuk di lingkungan penjualan satwa liar itu. Pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Kementrian Kominfo, untuk memblokir akun facebook dan whatsaap milik para jaringan itu.

Jadi, jelas Edy, di medsos itu terdapat sebuah grup. Para pembeli yang ingin membeli satwa liar, cuma ada di grup medsos itu. Edy menyebutkan masuk ke grup itu tak mudah dan para pelaku itu harus menjaga baik identitasnya agar tidak diketahui betul pembelinya. “Kalau pembeli nanya alamat dimana lokasi penjualan satwa liar di grup itu, langsung drop out (dikeluarkan dari grup oleh admin). Nah, ini adminnya masih kami selidiki berikut sekitaran ratusan anggota di grup ini," katanya. 

Jika pembeli dan penjual saling sepakat untuk membeli satwa liar itu, jelas Edy, para anggota jaringan meminta ke pembeli agar transferkan uang. Satwa itu pun, kata Edi, diantar langsung melalui ojek online jika di daerah Jakarta, serta di provinsi diantarkan melalui bus antar kota antar provinsi (AKAP).

"Jadi, antara pembeli dan penjual aturannya itu tidak dapat bertatap muka dalam bertransaksi satwa dilindungi ini. Cukup transfer, lalu satwa segera diantar. Kalau luar Jawa, diantar satwa itu menggunakan bus AKAP. Para anggota dari jaringan ini, punya juga rekening tampungan," ujarnya.

Satwa dilindungi tersebut dijual mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 20 juta. Dimulai berbagai jenis elang, hingga buaya muara. Edy menerangkan pihaknya dapat mengungkap kasus ini, karena jajaran siber Polres Metro Jakarta Barat sudah mengendusnya.

“Para pelaku akan diproses hukum, lalu masih ada pekerjaan kami yaitu telusuri para anggota dari jaringan perdagangan satwa dilindungi itu,” ujarnya. Maka atas perbuatannya para pelaku ini dijerat Pasal 40 Ayat (2) Jo 21 Ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 33 Ayat (3) UU RI no 5 tahun 1999 tentang sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Sementara itu, Ahmad Munawir selaku Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta, mengatakan dugaan para pelaku bisa dapatkan satwa-satwa dilindungi negara, yang berasal dari warga atau pengepul yang tinggal di dekat hutan belantara.

"Kebanyakan pembeli pasti kolektor. Ini sangat kami apresiasi kinerja kepolisian. Intinya, dapat terjerat hukum bagi seorang yang memelihara satwa dilindungi secara ilegal. Bisa saja orang itu memelihara. Asal punya kemampuan, serta sarana dan prasarana untuk satwa itu. Jikalau tidak punya keahlian tapi memelihara, terjerat hukum. Para satwa ini juga segera kami bawa, ke Tegal Alur (Penangkaran BKSDA)," katanya.

Penjualan hewan di Pasar Hewan, Jatinegara, Jakarta Timur, disebut Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Jakarta adalah ilegal. Pihaknya dalam waktu dekat akan berpatroli ke kawasan itu.

"Jatinegara ini (Pasar Hewan) seringkali kami berpatroli ke sana dan menertibkannya. Cuma ada lagi dan ada lagi. Hanya saja, mereka yang di Jatinegara itu skalanya skala kecil atau juga satwanya biasa-biasa saja. Tapi tetap itu ilegal dan tetap akan kami tindak," ujar Bambang, di Polres Jakarta Barat.

Bambang mengatakan, tata cara pedagang di Pasar Hewan Jatinegara untuk dapatkan para satwa liar, punya banyak berbagai cara. Walau seringkali ditindak BKSDA Jakarta.

"Mereka punya banyak akses, seperti pemburu hewan, atau warga dapat satwa unik, dijual ke pedagang hewan di Jatinegara. Pedagangnya bisa dapatkan hewan juga bisa hanya di mulut ke mulut, atau by phone," katanya. (ibl) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal #jaringan-penjual-satwa-liar 

Berita Terkait

Mardani: Usut Tuntas Meninggalnya Suporter Persija

Liga Indonesia

Teror Stroberi Berjarum

Internasional

Cekcok, Warga Lebak Dituduh Bakar Mantan Istri

Banten Raya

Sepekan Dua Tewas, Pelajar Bogor Buat Sajam untuk Tawuran

Megapolitan

Polri Tahan Lima Tersangka Pelaku Human Trafficking

Nasional

IKLAN