Jumat, 16 November 2018 04:55 WIB
pmk

Indobisnis

Clinical Research Organization Atasi Klaim Produk Kecantikan

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Maraknya penggunaan kosmetik illegal dan tak sesuai dengan jenis kulit belakangan ini kerap mewarnai perkembangan industri kecantikan. Tak pahamnya, perawatan dan klaim konsumen menjadikan pengguna kecantikan makin berhati-hati.

Padahal dalam kurun waktu lima tahun terakhir 2011 hingga 2016, industri Beauty & Personal Care di Indonesia terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 13,8 persen per tahun. Pada tahun 2016, market beauty & personal care mencapai 4,5 USD triliun.

Oleh karena itu, klaim produk kosmetik merupakan salah satu faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam memilih produk kosmetik yang sesuai dengan kebutuhannya. ”Skinproof sebagai Clinical Research Organization (CRO) didirikan untuk menjawab kebutuhan pemilik produk dermatologi dalam menyediakan data-data yang akurat dan valid untuk mendukung klaim efikasi dan keamanan produk dermatology,” ujar Director PT. Asia Derma Lab yang menaungi Skinproof, Alfons Sindupranata kepada INDOPOS, Kamis (2/8).

Untuk melakukan klaim produk ini, produsen membutuhkan rekanan yang akan membantu melakukan beberapa pengujian atas produknya yaitu, perusahaan Clinical Research Organization (CRO). "Jika produsen mencantumkan klaim yang sifatnya umum maka produknya akan terlihat sama dengan produk sejenis di pasar, dibutuhkan klaim spesifik untuk suatu produk agar berbeda, konsumen membeli dan merasakan manfaatnya secara nyata,” katanya.

Di Indonesia sendiri, CRO yang bergerak di bidang dermatologi sampai saat ini belum banyak, selain beberapa institusi swasta, juga terdapat institusi pendidikan (universitas) khususnya yang memiliki departemen kedokteran dengan spesialisasi ilmu kulit dan kelamin.

Oleh karena itu, Skinproof hadir dan resmi dioperasikan di Indonesia yang ditandai dengan Seminar Sehari “New Trend & Regulation Product Claim”, di Jakarta, Rabu (25/7), dan dihadiri oleh pembicara ahli dari berbagai macam bidang dan serta mengupas berbagai sudut pandang dunia kosmetik - dari aspek Regulatory, Market, Customer Behaviour, dan pengetahuan teknis perihal metode pengujian safety dan efficacy produk dermatologi.

“Melihat produk-produk yang ada di pasar saat ini, sebagian besar sudah mencantumkan product klaim, ada yang sifatnya klaim umum dan ada juga yang spesifik terhadap kegunaan/manfaat yang sudah dibuktikan sebelumnya,” terangnya.

Skinproof saat ini memiliki service pengujian untuk produk dermatologi sebagai berikut: Uji keamanan (Safety test) berupa Patch Test dan Hypoallergenic Test, Uji khasiat atau efikasi (Efficacy test) yang terdiri dari Skin Brightening - Lightening Test, Skin Elasticity Test, Skin Texture - Wrinkle Test, Skin Moisture - Hydrating Test, Skin Sebum - Oily Test. Sementara layanan untuk Acnegenic and comedogenic Test adalah, Hair fall/hair loss Test dan Anti dandruff. (ash/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pt-asia-derma-lab #skinproof #alfons-sindupranata #produk-kecantikan 

Berita Terkait

Jajal Produk Kecantikan Terkini di Asia

Jakarta Raya

IKLAN