Rabu, 14 November 2018 08:45 WIB
pmk

Hukum

Tak Kunjung Dilimpahkan ke Pengadilan, Kasus Luna Maya dan Cut Tari Digugat Praperadilan

Redaktur: Ali Rahman

Luna Maya dan Cut Tari

INDOPOS.CO.ID - Kasus video mesum yang diduga melibatkan artis Cut Tari dan Luna Maya nampaknya masih belum jelas. Meski sudah delapan tahun disidik, sampai kini kasus tersebut belum juga dilimpahkan ke pengadilan.

Berbeda dengan Nazril Irham alias Ariel yang juga tersangkut kasus yang sama. Vokalis grup band Noah tersebut sudah selesai menjalani hukuman 3,5 tahun penjara pasca divonis bersalah pada 31 Januari 2011 silam.

Belum diadilinya kasus Cut Tari dan Luna Maya  terungkap dari gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut teregister dengan nomor perkara 70/Pid.Prap/2018/PN.JKT.SEL.

Dalam gugatan itu, LP3HI meminta kepada hakim memerintahkan Kapolri untuk menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap kasus yang telah disidik oleh Mabes Polri sejak 9 Juli 2010. Selain itu juga meminta agar Kejaksaan Agung memberikan petunjuk secara tegas kepada penyidik bahwa kasus Luna Maya dan Cut Tari tidak cukup bukti sehingga sepatutnya dihentikan oleh Mabes Polri.

Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho menjelaskan, gugatan ini sudah disidangkan dengan agenda pembuktian dan kesimpulan. "Hari ini agendanya kesimpulan," jelas Kurniawan Adi Nugroho kepada INDOPOS, Kamis (2/8).

Dia meyakini gugatan praperadilan yang diajukannya tersebut akan dikabulkan oleh pengadilan. Sebab, kasus ini dinilai tidak mempunyai cukup bukti dan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Tidak cukup bukti dan kepolisian tidak mampu memenuhi petunjuk JPU sehingga kasusnya berlarut-larut yang mana sampai saat ini tidak disidangkan di Pengadilan Negeri," ujar dia.

LP3HI memastikan secara personal tidak mengenal dan tidak ada hubungan dengan Luna Maya dan Cut Tari. Namun demi kepastian hukum, LP3HI dengan sukarela mengajukan gugatan praperadilan ini demi penegakan hukum dan keadilan sesuai cita-cita dan Anggaran Dasar LP3HI.

Sebab, menurut dia, hukum tidak boleh menggantung nasib orang seperti menjadi tersangka seumur hidup.

"Namun tanpa bermaksud mempengaruhi hakim, kami jelas menginginkan gugatan ini dikabulkan dan hakim memerintahkan Kapolri segera menerbitkan SP3 demi kebaikan penegakakan hukum dan mencegah penyalahgunaan wewenang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," tukasnya.

Biar bagaimanapun juga, Luna Maya dan Cut Tari adalah publik figur yang semestinya diberi perlindungan hukum. "Jika Luna Maya dan Cut Tari saja tidak mendapat perlindungan hukum, apalagi rakyat biasa, dikhawatirkan akan menjadi korban ketidakpastian penegakan hukum," singgungnya.

Dia pun menyimpulkan bahwa gugatan ini diajukan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi Luna Maya dan Cut Tari. "Namun juga untuk kepentingan perlindungan hukum seluruh rakyat Indonesia," jelasnya. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kurniawan-adi-nugroho #kasus-video-porno-ariel-luna-maya-cut-tari #lembaga-pengawasan-dan-pengawalan-penegakan-hukum-indonesia 

Berita Terkait

IKLAN