Kamis, 15 November 2018 05:55 WIB
pmk

Wanita

Stres Bikin Produksi ASI Turun Drastis

Redaktur:

SEMARAK-Kampanye #MumToMum oleh Anmum diluncurkan, sebagai platform online yang memudahkan para ibu terkoneksi secara digital untuk berbagi informasi. Peluncuran dilakukan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/8) lalu. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Menjadi ibu adalah impian setiap wanita. Sejak hamil, melahirkan, menyusui hingga mendampingi anak tumbuh dan berkembang menjadi fase yang yang dilalui setiap ibu. 

Tak hanya mengurus anak, ibu juga berperan sebagai istri dan banyak juga yang bekerja di luar rumah. Tak jarang, dengan segala peran tersebut membuat ibu merasa lelah pikiran dan badan.

Nah, stres pada ibu yang sedang menyusui, kondisi ini menyebabkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) kadang berkurang, bahkan terhenti. Pekan ASI Sedunia yang dirayakan setiap tahunnya pada 1-7 Agustus, bertujuan mendorong ibu agar sukses menyusui dan meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia.

Di Indonesia, angka pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah dibandingkan jumlah ibu yang menyusui (96 persen). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017 mencatat, ASI eksklusif di Indonesia hanya sekitar 35 persen, di bawah rekomendasi WHO sebesar 50 persen.

Ingin mengkampanyekan pentingnya ASI, Anmum meluncurkan #MumToMum. Sebuah platform online yang memudahkan para ibu terkoneksi secara digital untuk berbagi informasi, mendiskusikan berbagai topik, dan menemukan hal baru mengenai perjalanan luar biasa di masa kehamilan dan menyusui.

''Survei yang diselenggarakan Anmum pada tahun 2017 lalu, menunjukkan bahwa para ibu mengalami perubahan dan tantangan. Terutama saat pertama kali menjadi ibu seperti mengalami stress, tertekan, dan berbagai masalah isu kesehatan selama kehamilan dan menyusui,'' kata Technical Marketing Advisor PT Fonterra Brands Indonesia Rohini Behl di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/8) lalu.

Hal ini, lanjutnya, menyebabkan ibu menjadi gelisah dan membutuhkan dukungan dari orang terdekat (support system). Berlatar belakang itu, Anmum #MumToMum hadir dengan tujuan menghubungkan para ibu secara digital.

DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), selaku Dokter Spesialis Anak dan konsultan di RSAB Harapan Kita menjelaskan, ibu yang berpotensi mengalami menurunnya produksi ASI adalah mereka yang mengalami stress atau lelah bekerja setelah cuti melahirkan. ''Ibu disarankan segera melakukan relaktasi ketika tidak memproduksi ASI selama dua minggu berturut-turut dalam masa enam bulan pertama ASI eksklusif. Terutama ketika bayi tidak berusia lebih dari 4 bulan,'' katanya.

''Ibu harus lebih intensif untuk menyusui langsung, didukung dengan pijat laktasi atau dikenal juga sebagai pijat oksitosin setiap hari. Bagi ibu bekerja, harus disiplin untuk memompa dan menyimpan ASI saat mereka sedang di kantor dan selalu menyusui langsung setiap kali berada di rumah bersama bayi mereka. Agar berhasil dalam relaktasi, para ibu wajib menerapkan teknik yang benar, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan mendapatkan dukungan psikologis dari keluarga dan lingkungan sosial,'' tambahnya.

Ines Yumahana Gulardi, selaku Senior Nutrition Manager, PT Fonterra Brands Indonesia menjelaskan, ibu membutuhkan dukungan emosional dan psikologis selama masa kehamilan karena mereka perlu menyediakan nutrisi terbaik bagi bayi mereka di setiap tahap kehidupan. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #produksi-asi #wanita 

Berita Terkait

IKLAN