Senin, 24 September 2018 03:23 WIB
pmk

Nasional

Ketika si Cantik Fenny Steffy Burase Tahu Aliran Dana Tapi Tidak Melapor

Redaktur:

Fenny Steffy Burase.

Mantan atlet Fenny Steffy Burase sudah diperiksa sebanyak dua kali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Muncul pertanyaan, sejauh apa keterlibatan orang dekat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf itu hingga harus diperiksa lebih dari satu kali? Apakah dimungkinkan ia bakal mengenakan baju orange?

JAKARTA

INDOPOS.CO.ID - Sejauh ini KPK memang masih memberi status saksi terhadap Fenny Steffy Burase. Pemeriksaan Rabu (1/8/2018) malam, menurut KPK, untuk memperjelas informasi seputar aliran dana yang berkaitan dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 untuk kegiatan Aceh Marathon.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, sampai saat ini KPK masih terus mendalami aliran dana yang terjadi terkait dengan kasus tersebut.

“Salah satu yang didalamnya adalah aliran dana yang terkait kegiatan aceh marathon,”ucap Febri kepada INDOPOS, Kamis (2/8/2018)

Ia pun menegaskan, bahwa kasus ini tak semata soal penyalahgunaan anggaran, tetapi penyuapan. “Kasus ini bukan persoalan anggaran, tetapi kasus suap,” tegas Febri.

Ada alokasi anggaran untuk DOKA, ada juga pemberian dari pihak-pihak tertentu kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dari Bupati Bener Meriah Ahmadi untuk pengurusan alokasi anggaran.

KPK juga belum bisa memastikan uang DOKA itu dinikmati oleh Steffy Burase.

“Kami belum bisa sampaikan apakah ada indikasi jika steffy menikmati uang itu. Namun yang pasti, kami memiliki informasi yang harus kami klarifikasi kepada saksi (Steffy Burase). Saksi mengetahui aliran dana tersebut. Statusnya masih saksi sejauh ini,” tutur Febri

Terpisah, pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar berpendapat, status Steffy yang saat ini hanya saksi, berpeluang menjadi tersangka. Ini karena Steffy mengetahui aliran dana, namun tidak melaporkan kepada pihak berwajib.

“Sesuai dengan peran dan pengetahuannya, dengan kesadarannya, seharusnya ia (Steffy) patut menduga bahwa uang-uang yang diketahui alirannya itu merupakan bagian dari sebuah kejahatan. Harusnya ia melapor. Maka Steffy juga sangat mungkin berstatus tersangka,” kata Abdul Fickar Hadjar.

Dikatakan, pada konsepsi pelaku dalam Konteks Hukum Pidana Indonesia (KUHP), tidak terbatas pada orang yang langsung melakukan saja. Tetapi, juga meluas pada mereka yang menyuruh atau turut serta melakukan.

Demikian juga yang memberikan atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasan dengan kekerasan, ancaman atau dengan menganjurkan orang lain untuk melakukan kejahatan, membantu atau memberi fasilitas dan kesempatan untuk melakukan kejahatan. Ini termuat di dalam Pasal 55 dan 56 KUHP.

“Jadi sangat dimungkin menjadi tersangka,” jelasnya.

Sementara, pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Yeti Ganarsih berpendapat, KPK harus benar-benar menjelaskan apakah saksi tersebut ikut berperan atau tidak.

“Jika KPK mengatakan saksi mengetahui ada aliran dana yang mengalir di kegiatan Aceh Marathon, berarti saksi tersebut secara tidak langsung menikmati aliran dana itu. Saksi kan di acara itu sebagai panitia acara Aceh Marathon,”ujar Yeti kepada INDOPOS, Kamis (2/8/2018).

Yeti menambahkan, Jika seseorang mengetahui aliran dana korupsi namun tidak melaporkan ke pihak yang berwajib,  atau malah ikut menikmati dana tersebut, itu sudah termasuk pelanggaran hukum. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature #fenny-steffy-burase 

Berita Terkait

IKLAN