Rabu, 21 November 2018 03:59 WIB
pmk

Jakarta Raya

Polemik Tiket Asian Games Masih Berlanjut

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta tinggal menghitung hari. Harga tiket pembukaan Asian Games 2018 sebesar Rp750 ribu-Rp 5 juta masih menjadi polemik. Sebagian masyarakat menilai harga tiket cukup membebankan, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

“Tiket dengan harga itu tetap saja mahal, apalagi di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang sulit saat ini,” ujar Pengamat Perkotaan Nirwono Joga kepada INDOPOS, Kamis (2/8).

Nirwono mengatakan, selain tiket yang mahal dan minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan di venue yang rendah akan menyebabkan menurunkan kemeriahan Asian Games di Jakarta. Apalagi, menurut Nirwono masyarakat lebih memilih menyaksikan di layar televisi. “Masyarakat dengan kondisi sulit, akan berfikir untuk berhemat dengan menonton pertandingan di televisi,” katanya.

Untuk menarik masyarakat memeriahkan Asian Games, menurut Nirwono pemerintah harus berani menurunkan lagi harga yang sudah diputuskan. Ini bisa dilakukan dengan memberikan subsidi. Selain itu, pemerintah harus memberikan kemudahan dengan kemudahan seperti tiket gratis naik bus Transjakarta menuju venue pertandingan.

“Pemda juga harus meliburkan perkantoran, menyusul libur sekolah. Agar warga bersama keluarga bisa datang ke venue untuk menyaksikan pertandingan cabang olahraga (cabor),” bebernya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia atau Inasgoc Erick Thohir mengatakan, harga tiket pembukaan Asian Games jauh lebih murah dibandingkan negara-negara yang pernah menjadi tuan rumah.

“Coba saja, bandingkan dengan negara Cina tahun 2010 sebesar Rp 3,5 juta – Rp 17 juta, sementara di Korea tahun 2014 sebesar USD 150– USD 800,” ujar Erick Thohir.

Dengan harga Rp 750 ribu – Rp 5 juta, menurut Erick masih sepertiga dari harga tiket pembukaan Asian Games di Cina dan Korea. Penjualan tiket tersebut karena alasan kepentingan persiapan olimpiade. Pasalnya, Indonesia menargetkan menjadi tuan rumah Olimpiade 2023 mendatang.

Menurut Erick, kalau panitia menilai Indonesia tidak memiliki daya beli maka tidak akan diberikan kesempatan. “Panitia akan meninjau daya beli masyarakat, bila ingin menjadi tuan rumah Olimpiade,” katanya.

Erick tidak memungkiri, masih banyak masyarakat Indonesia yang menilai harga pembukaan Asian Games tinggi. Oleh karena itu, Inasgoc menjual lebih murah dari perhelatan Asian Games sebelumnya. “Kami akan bekerja sama dengan bank dengan memberikan paket diskon. Kita harap ini bisa memberi alternatif dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Lebih jauh Erick menerangkan, Inasgoc menjual tiket pertandingan yang lebih murah. Penonton bisa mendapatkan tiket pertandingan dengan harga Rp 30 ribu – Rp 600 ribu. Ia mencontohkan, tiket pertandingan untuk liga basket hanya sekitar Rp 50.000 sampai Rp 200.000. “ Kami berikan tiket gratis bagi 25 ribu pelajar berprestasi. Tidak hanya itu kami juga gratiskan tiket bagi penonton penyandang disabilitas,” ungkapnya. (nas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #harga-tiket-asian-games #jelang-asian-games 

Berita Terkait

PMKS Siap-Siap Ditertibkan

Jakarta Raya

Sanitasi Jalur Torch Relay Dibenahi

Jakarta Raya

AMPG DKI Dukung Asian Games

Nasional

Setu Babakan Dijadikan Paket Wisata Asian Games

Jakarta Raya

Antisipasi Hacker, Perkuat IT Asian Games

Jakarta Raya

IKLAN