Jumat, 21 September 2018 05:55 WIB
pmk

Jakarta Raya

DKI Genjot Pajak Lewat E-POS

Redaktur:

KEJAR TARGET : Para wajib pajak diberikan pelatihan menggunakan alat E-POS. foto Iqbal/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sebanyak 300 wajib pajak (WP) dari usaha hotel, hiburan, restoran, dan perparkiran mengikuti sosialisasi pembayaran pajak secara online dan penggunaan alat Elektronik Point of Sales (E-POS) atas laporan traksaksi pembayaran pajak. Sosialisasi tersebut digelar oleh suku badan (suban) pajak, dan retribusi daerah Jakarta Pusat, di Ruang Pola Kantor Teknis Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta, Kamis (2/8).

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafrudin mengungkapkan, telah mengembangkan sistem pembayaran melalui online system dan sarana pencatatan transaksi menggunakan alat E-POS.

“Tujuannya, memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam tata kelola pencatatan usahanya sekaligus pelaporannya. Pada akhirnya memudahkan dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya,” ujar dia.

Dia berharap, adanya bimbingan teknis pembayaran pajak daerah secara online dan penggunaan alat E-POS dapat memberikan manfaat kepada wajib pajak. Sebab selama ini belum cukup mengetahui dan memahami cara pencatatan dengan menggunakan sarana alat E-POS.

"Mudah-mudahan setelah mengikuti sosialisasi ini para wajib pajak dapat mengoperasikan alat ini, sehingga dapat dimanfaatkan serta melakukan pembayaran pajak daerah secara online,”  tambah Faisal.

Sementara itu, kepala Suban Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Pusat Adhi Wirananda mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi pembayaran pajak secara online sebanyak 300 wajib pajak terdiri dari usaha hotel, hiburan,  restorant dan berparkira se Jakarta Pusar. 

Kegiatan ini berlangsung satu hari dengan bertujuan untuk pemanfaatan teknologi infotmasi untuk pelayanan pajak daerah, membantu dokumentasi pembayaran dan pelaporan yang telah dilakukan oleh wajib pajak, dan mengurangi antrian pbayaran pajak di loket pbayaran.

Adhi memaparkan, jumlah wajib pajak yang terdaftar sebanyak 2.839 wajib pajak yang terdiri dari usaha hotel, restoran, hiburan dan parkir.

Maka itu tahun 2017 target penerimaan untuk 4 jenis pajak self assesment yang dilakukan online yaitu hotel,  restorant, hiburan dan parkir adalah 1.682 triliun dan terealisasi sebesar 1.714 triliun (101,9 persen).

Sedangkan di 2018, target pajak meningkat menjadi 2.2 triliun, dari target 2.2 triliun. “Hingga 30 Juli 2018, baru mencapai 1.046 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan dengan penerimaan yang sama pada tahun 2017,” kata Adhi.

Dengan adanya bimtek tersebut, diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi wajib pajak dan meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. “Kontrobusi aktif dalam meningkatkan penerimaan pajak untuk pembangunan Kota Jakarta,” tambah Adhi. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #e-pos #pajak-online #bprd-dki 

Berita Terkait

IKLAN