Rabu, 14 November 2018 02:34 WIB
pmk

Nusantara

Kapolsek yang Tak Sengaja Tembak Anak Buah Masih Diperiksa Polda Sultra

Redaktur: Ali Rahman

Kapolda Sultra dan Kapolres Buto datangi olah TKP penembakan. Foto JPG

INDOPOS.CO.ID – Aparat Propam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama tim Propam Polres Buton masih terus memeriksa Kapolsek Sampoabalo Iptu Suwoto yang diduga secara tak sengaja menembak anak buahnya sendiri.

Brigadir Sanusi anggota Polsek Sampoabalo tewas tewas setelah diterjang peluru yang ditembakkan Kapolsek Sampoabalo saat sedang melerai tawuran antara pelajar  SMA Negeri 2 Siontapina dengan warga Gunung Jaya, pada Rabu pagi (1/8) sekitar pukul 08.00.

”Kapolseknya masih ditangani (diperiksa) Propam Polda. Masih dilakukan pedalaman dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Kami belum tahu seperti apa hasilnya,” ujar Kapolres Buton AKBP Andi Herman, Jumat (3/8/2018).

Ia menambahkan, saat ini kondisi Kapolsek Iptu Suwoto masih sangat shock dan trauma. ”Sampai saat ini kapolsek masih shock. Wajarlah, ibaratnya musibah orangtua terhadap anaknya sendiri,” ucap Andi.

Sedangkan Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto menjelaskan, dari pemeriksaan terungkap awalnya

Iptu Suwoto awalnya hendak melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan aksi tawuran itu. Namun pelurunya tanpa sengaja malah mengarah ke anggotanya Brigadir Sanusi di lokasi tawuran. Saat kejadian Iptu Suwoto bersama tiga orang anggotanya, termasuk korban Brigadir Sanusi. Ketika sedang melerai, posisi mereka sudah terjepit puluhan pelajar dab warga yang sedang tawuran.

Melihat situasi itu, Iptu Suwoto berinisiatif hendak memecahkan konsentrasi massa. Dia lalu mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, upaya tersebut rupanya tidak membuahkan hasil. Suwoto malah terjatuh akibat menahan amuk massa asal Gunung Jaya yang melemparnya dengan batu.

Suwoto kemudian bangun dan mencabut pistol di pinggangnya untuk mengeluarkan tembakan peringatan sambil mengejar massa. Saat mengejar itulah, Suwoto kembali terjatuh. Di tengah kondisi itulah ia melepaskan tembakan yang pelurunya menghantam bendak keras lalu memantul ke tubuh Brigadir Sanusi.

”Jadi karena gugup dia mengeluarkan tembakan peringatan. Tembakan peringatan itu mungkin berefek pada benda yang keras, sehingga mengenai anggota kami. Jadi tidak ada kesengajaan,” terang Iriyanto.

Sementara itu, anggota keluarga korban yang bernama La Awu mengatakan pihaknya sudah ikhlas dan menerima kejadian tersebut. ”Kami berharap kejadian ini terakhir kalinya, dan ke depannya tidak terulang lagi. Kami keluarga juga ikhlas menerima ini karena semua ini takdir Allah,” tandas La Awu. (man/ind/jpc/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #polda-sultra #penembakan 

Berita Terkait

Jamal Tewas Ditembak Orang Misterius di Jalan STPI Curug

Banten Raya

Dipastikan Glock 17, Dua ASN Tersangka

Headline

Kaca Mahal, Film Murah

Headline

Pindahkan Saja Lapangan Tembak Senayan

Headline

Petaka 1313 dan 1601

Headline

IKLAN