Senin, 24 September 2018 05:08 WIB
pmk

Kesehatan

Cuaca Panas, Waspada Heat Stroke

Redaktur:

PADAT MERAYAP-Kemacetan ditambah cuaca panas membuat masyarakat rentan terkena heat stroke. Foto: DOK/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Cuaca yang panas bisa menyebabkan seseorang mengalami heat stroke. Heat stroke atau sengatan panas, adalah kondisi saat suhu tubuh terlalu panas, disertai hilangnya kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu. 

Pada kondisi ini, suhu tubuh seseorang bisa meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Belakangan, kondisi heat stroke kerap terjadi seiring suhu bumi yang tak menentu akibat perubahan iklim global. 

Beberapa kejadian heat stroke perlu ditangani oleh dokter. Sementara yang lainnya bisa menghilang sendiri.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), dalam 130 tahun terakhir suhu bumi menghangat sekitar 0,85 derajat Celsius akibat peningkatan kadar CO2 di udara dan terperangkap dalam bumi (dikenal sebagai efek rumah kaca). Hal inilah yang kemudian dapat memicu heat stroke.

Umumnya, heat stroke disebabkan oleh paparan terhadap suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu lama. Namun, heat stroke juga bisa disebabkan oleh aktivitas fisik atau olahraga berat di cuaca yang panas.

Salah satu kondisi yang riskan menimbulkan heat stroke, yakni saat Anda kepanasan di tengah jalan akibat kena macet. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP menjelaskan, heat stroke merupakan suatu keadaan ketika tubuh terpapar suhu yang sangat panas di luar batas toleransi suhu tubuh manusia. Dalam jangka waktu yang cukup lama. 

''Dalam kondisi yang sangat panas tersebut, mekanisme alami tubuh manusia untuk mendinginkan suhu tidak berhasil sehingga dapat mengalami dehidrasi. Heat stroke ini meyerang fungsi otak. Siapapun yang terserang akan mengalami kerusakan fungsi otak dan jika parah akan mengalami kerusakan fungsi organ lainnya,'' terangnya, Kamis (2/8).

Menururnya, jika panas di luar tinggi, akan menyebabkan dehidrasi dan pengurangan cairan yang banyak. "Dehidrasi tersebut akan mengganggu elektrolit tubuh seseorang, sehingga bisa menyebabkan tidak sadar kalau kekurangan cairan. Sehingga, pada kondisi dehidrasi parah bisa menyebabkan heat stroke,'' tambahnya.

Heat stroke dapat menyerang siapa saja. Tetapi mereka yang berusia lanjut apalagi memiliki riwayat penyakit kronis akan lebih berisiko terserang heat stroke.

''Dalam kondisi tersebut biasanya jantung akan bekerja lebih cepat, dan tekanan darah akan naik yang bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis akan kambuh kembali,'' katanya.

Ari menjelaskan, ciri-ciri penderita heat stroke misalnya, merasa sangat kehausan karena dehidrasi atau suhu tubuh bisa meningkat hingga mencapai 40 derajat celcius. Dalam suhu yang tinggi tersebut, penderita biasanya akan sulit mengeluarkan keringat sehingga bisa menyebabkan kulit memerah di beberapa bagian tubuh. 

Kulit tersebut akan terasa panas dan kering. Penderita juga akan merasa mual atau muntah-muntah serta kepala terasa pusing yang bisa menyebabkannya pingsan atau tidak sadarkan diri.

''Terutama menyerang para orang tua. Oleh karena itu, dalam kondisi begini harus selalu menjaga kesehatan. Tubuh harus terus dibasahi dengan membawa handuk basah dan penyemprot wajah, banyak minum putih sehingga tubuh akan merasa dingin terus,'' imbuhnya.

Dalam kasus heat stroke pada umumnya, saat beraktivitas, tubuh akan mendinginkan dirinya sendiri. Tubuh akan mengarahkan aliran darah ke kulit dan membuatnya tampak merah. 

Kulit Anda juga mungkin terasa kering, tergantung pada tingkatan heat stroke yang dialami. Ada peningkatan denyut jantung dan kesulitan bernapas.

Selain masyarakat perkotaan, heat stroke juga mengintai jamaah haji. Mereka rentan terkena penyakit ini.

Gejalanya tiba-tiba demam, berkeringat mengucur, sakit kepala, denyut nadi berdetak cepat, mual, muntah, sulit bicara, hingga pingsan. Tentu jika tak mendapatkan penanganan tepat bisa mengancam nyawa.

"Prediksi kami karena peningkatan suhu, maka heat stroke bisa mengancam. Kondisi di mana terjadi akibat suhu panas. Dampaknya organ-organ tubuh mengalami kegagalan fungsi,” jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Maka dia mengimbau selama menjalankan ibadah haji, jamaah sebaiknya menggunakan pakaian menyerap keringat dan cukup cairan. Kemenkes juga membagikan topi dan kacamata hitam gratis kepada jamaah haji tahun ini di Tanah Suci nanti. (dew)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #cuaca-panas #heat-stroke #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN