Rabu, 15 Agustus 2018 06:27 WIB
pmk

Opini

Pengamat IntelijenOperasi White Helmets dan Malhama Qubra di Suriah dan Asia Tenggara

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Luar Negeri Rusia mengungkapkan bahwa evakuasi kelompok relawan White Helmets dari Suriah, oleh militer Israel atas permintaan AS dan Kanada, menyingkap warna asli dan kemunafikan kelompok kontroversial tersebut. Evakuasi tersebut menunjukkan siapa sebenarnya yang mengendalikan kelompok relawan White Helmets.

"Operasi penyelamatan, yang dilakukan Minggu (22/7), berbicara untuk dirinya sendiri dan jelas menunjukkan kepada siapa persis nya kelompok itu bekerja. Ini secara simbolis bahwa White Helmets lebih memilih untuk melarikan diri dari Suriah dengan bantuan asing, jelas menunjukkan mereka melakukan perintah siapa, dan siapa yang membayarnya,” ucap Kemlu Rusia yang dikutip Russia Today, Selasa (24/7).

OPERASI BENDERA PALSU " WHITE HELMETS" DI SURIAH & ISRAEL

Sebanyak 422 anggota White Helmets diselamatkan militer Israel dan dipindahkan ke Jordania, AS, Kanada, Jerman,  dan Prancis. Awalnya ada 800 orang diharapkan untuk dievakuasi ke luar Suriah. Kelompok ini menyebut dirinya sebagai relawan dan pertahanan sipil Suriah. Kelompok ini telah dipuji negara Barat, bahkan menerima Oscar untuk film dokumenter. Namun sering dituduh bekerja sama dengan kelompok teror sebagai cabang media propaganda mereka.

“Sudah diketahui, bahwa White Helmets memiliki tangan mereka dalam operasi bendera palsu paling terkenal selama konflik Suriah. Mereka bertindak secara eksklusif pada wilayah di bawah kendali kelompok teror, melakukan pemalsuan mencolok, yang kemudian digunakan sebagai dalih untuk meningkatkan tuduhan terhadap pemerintah Suriah,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia lagi.

Kelompok itu menjadi saksi kunci atas klaim kekejaman rezim Suriah, termasuk penggunaan senjata kimia. Menurut Damaskus, tuduhan itu hanya dalih untuk intervensi kekuatan Barat. Pekan lalu, Israel mengevakuasi sejumlah anggota White Helmets dari wilayah yang dikuasai pemberontak ISIS dan AL-QAEDA di wilayah Deraa dan Idlib di Suriah.

OPERASI PROPOSAL JEBAKAN "PER DAMAIAN PALSU" DI PALESTINA.

Sementara itu, Dubes AS untuk PB B, Nikki Haley, semakin agresif mengecam negara-negara Arab dan Islam dengan alasan hanya banyak bicara tentang pembelaannya terhadap Palestina, namun pelit dalam hal finansial. Dia menyombongkan negaranya sebagai donor terbesar untuk pengungsi Palestina.

Beberapa negara yang terang-terangan dikecam diplomat Amerika ini di antaranya Mesir, Kuwait,  dan Uni Emirat Arab.

"Tidak ada kelompok negara yang lebih murah hati dengan kata-kata mereka daripada tetangga Arab Palestina, dan negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) lainnya. Tetapi semua kata yang diucapkan di sini  tidak memberi makan, pakaian, atau mendidik satu anak Palestina. Yang mereka lakukan adalah membuat komunitas internasional gusar," kata Haley di rapat Dewan Keamanan PBB, Rabu (25/7)

Seperti diketahui publik internasional bahwa Presiden AS Donald Trump telah menahan bantuan UNRWA setelah dia mempertanyakan nilainya dan menekan Palestina agar setuju untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota abadi Israel dan memperbarui pembicaraan damai dengan Israel. Haley dalam lanjutan pidatonya menambahkan jika negara-negara Arab benar-benar peduli, maka mereka akan memberitahu para pemimpin Palestina "betapa bodohnya mereka karena mengutuk proposal perdamaian yang belum mereka lihat".

OPERASI JEBAKAN POLITIK NETANYAHU & PARTAI LIKUD ISRAEL DI PALE STINA

Pidato provokasi diplomatik dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, mengenai proposal perdamaian proxy AS-Israel-Saudi untuk Palestina yang berjudul " The Deal ff Century", hanya teknik pengalihan isu diplomatik untuk mengamankan operasi proposal Partai Likud pimpinan PM Israel Benyamin Netanyahu, berjudul "Jewish Nation-State Law" yang disahkan menjadi Undang-Undang pada 19 Juli lalu oleh Parlemen Israel.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langsung melemparkan kecaman atas pengesahan undang-undang negara Yahudi oleh Israel. Erdogan menyebut Israel sebagai negara fasis dan juga rasis.

"Peraturan ini adalah bukti, bahwa tanpa diragukan lagi, Israel adalah negara paling zionis, fasis,  dan rasis di dunia. Saya menyerukan kepada dunia Islam, dunia Kristen, semua negara demokratis, juga liberal, LSM, anggota media untuk bergerak melawan kebijakan  Israel," ucap Erdogan saat berbicara di depan anggota Partai AK, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (24/7).

SIKAP TEGAS INDONESIA & MALAY SIA DUKUNG PENUH PALESTINA

Sebelumnya, kecaman serupa juga disampaikan Indonesia. Menlu Retno Marsudi menyebut keputusan itu sudah mengesampingkan hak-hak warga Palestina yang tinggal di Israel. Berbicara saat menyampaikan pernyataan pers bersama dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah di Jakarta, Senin (23/7). Retno menyatakan,  pengesahan undang-undang itu juga mengancam proses perdamaian kedua negara.

"Saya ingin menggarisbawahi pernyataan mengenai Jewish Nation-State Law pada 19 Juli lalu oleh Parlemen Israel. Pengesahan undang-undang tersebut telah menafikan hak-hak orang Palestina di Israel dan mengancam penyelesaian konflik berdasarkan solusi dua negara" kata Retno.

PARTAI OPOSISI ISRAEL UNGKAP OPERASI JEBAKAN PARTAI LIKUD &  NETANYAHU.                                         

Undang-Undang Jewish Nation-State Law itu telah telah memicu kecaman luas dan kemarahan di Israel, Palestina,  dan kelompok-kelompok Yahudi,  termasuk di AS. Tamar Zand berg, Ketua Partai Meretz, partai sayap kiri di Israel, menggambarkan undang-undang itu sebagai sesuatu yang memalukan dan telah mencoreng wajah Israel. Tamar menambahkan bahwa Zionisme bukan lagi sebuah gerakan nasional, tetapi nasionalisme yang kuat dan mempermalukan minoritas serta menetapkan supremasi rasial.

Skenario operasi jebakan PM Israel Netanyahu, diungkap oleh Pemimpin oposisi, Isaac Herzog, yang menyatakan bahwa pengesahan UU itu merupakan hal yang menyedihkan. Hanya sejarah yang akan menentukan apakah undang-undang itu menguntungkan Israel atau tidak, katanya.

Sementara itu, Mantan Menlu  Isra el dan petinggi badan intelijen Mos sad,Tzipi Livni, mengatakan bahwa undang-undang itudibuat hanya un tuk menguntungkan PM Israel Ben jamin Netanyahu. Seperti dikutip Jerusalem Post, Senin (23/7/2018)                                                               

OPERASI TEROR & AKSI PROVOKAS I PENGHANCURAN AL-AQSA DI PAL ESTINA.

Merespons seluruh operasi intelijen asimetris dan provokasi diplomatik proxy AS-Israel-Saudi, Faksi Fatah di PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) pimpinan Presiden Mahmoud Abbas menuduh Israel telah menyusun penghancuran Masjid Al-Aqsa di Jerusalem. Runtuhnya batu Tembok Ratapan beberapa hari lalu membuktikan adanya rencana tersebut.

Skenario yang dicurigai tersebut diawali Otoritas Purbakala Israel (IAA) Rabu (25/7) menggunakan crane untuk mengangkat ashlar 200 kg yang jatuh ke dalam plaza egaliter atau dikenal sebagai Ezrat Yisrael yang nyaris kosong. Tak ada yang terluka akibat runtuhnya batu kuno Tembok Ratapan tersebut. Sejak insiden itu, Palestina mencurigai adanya skenario Israel mau menghancurkan Mas jid Al-Aqsa untuk membangun kembali Kuil Ketiga.  

"Kami menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya, termasuk apa yang ada di bawahnya, adalah murni Islami. Kunjungan orang-orang Yahudi ke Temple Mount, serta penggalian arkeologi di bawah kompleks al-Haram ash-Sharif, adalah "kejahatan terhadap semua agama dan pelanggaran mencolok terhad ap kesucian agama Islam. Israel bekerja untuk mengubah konflik politik menjadi konflik agama. Ujar Osama Qawassmeh, Juru bicara Fatah- PLO seperti dikutip The Jerusalem Post, Jumat (27/7).                                    

OPERASI PENGALIHAN ISU KELOMPOK ISIS ASIA TENGGARA  & KEBERANIAN KELUARGA TAMIMI DI PALESTINA.    

Publik internasional yang menduku ng perjuangan kemerdekaan Palestina, menyambut gembira pembebaskan seorang aktivis muda asal Palestina, Ahed Tamimi (17) pada Minggu (29/7). Tamimi dibebaskan bersama ibunya setelah delapan bulan dipenjara Hasharon, Israel. Tamimi ditangkap militer Israel pada 19 Desember 2017 dengan tuduhan menghalang-hala ngi dua pasukan Israel dan menyerang mereka. Tamimi merupakan ikon kelompok perlawanan damai rakyat Palestina.

Gadis aktivis yang baru dibebaskan dari penjara Israel menegaskan bahwa apa pun yang dilakukan rezim Zionis ini terhadap Al-Quds (Jerussalem) kota suci ini tetap merupakan ibu kota negara Palestina. Dia menyebutkan bahwa kaum wanita adalah bagian dari isu Palestina. Kita harus memiliki perempuan yang dapat mencetak generasi tangguh dan sanggup melawan rezim pendudukan,” tuturnya yang dikutip Al-Alam, Minggu (29/7).                                             

Fenomena aktual gerakan damai keluarga Palestina, terlihat berbeda ekstrim dengan militan ISIS di Asia Tenggara yang tidak bersimpati dengan rakyat Palestina yang ditindas penjajah Israel. Orientasi ISIS adalah perang cyber, teror cyber, menyerang aparat keamanan, memerangi kelompok HAMAS & PLO di Palestina bersama-sama kelompok  " Bendera Palsu " seperti kelompok White Helmets, yang sibuk melakukan propaganda media dan pengalihan isu Palestina, menjadi isu " Ancaman Terorisme Islam " sesuai arahan agen-agen penyusup intelijen proxy AS-Israel-Saudi.             

Serangan teror "bendera palsu" adalah serangan yang sengaja dirancang badan intelijen negara asing untuk memfitnah kubu negara lawan dengan tujuan mendapat simpati dari masyarakat internasional yang bisa memicu agresi militer sejumlah negara ke pihak rezim di negara tertuduh.                                  

 

OPERASI TEROR MALHAMA QUBRA DI ASIA TENGGARA & MEDIA PENG ALIHAN ISU PALESTINA.         

Ironisnya operasi pengalihan isu Palestina, terus dilakukan kelompok ISIS Asia Tenggara melalui organisasi penyamaran (Undocover) Family Cyber Muslim Army (FCMA), Kumpulan Gagak Hitam, dan Al Khatibah Nusantara. Polisi Malaysia, Filipina,  dan Indonesia terus menangkap anggota-anggotanya. Penangkapan tujuh tersangka anggota ISIS Asia Tenggara, tiga orang WNI anggota Negara Islam Indonesia (NII) yang terhubung dengan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD), dan milisi Malhama Qubra diciduk polisi kontra teror Malaysia pada 12 Juli sampai lalu.                            

Sebelumnya 26 anggota ISIS asal Malaysia ditangkap juga sejak 22 Ja nuari 2016. Mereka semua direkrut Bahrum Naim, 34, pemim pin ISIS Indonesia untuk melakukan serangan teror ke gereja, kuil,  dan tempat hiburan di Johor, Selangor,  dan Kuala Lumpur, atas nama kelompok ISIS Malhama Qubra seperti disampaikan Kepala Divisi Kontra-Teroris Malaysia, Ayob Khan kepada Channel News Asia.

Kelompok Malhama Qubra yang berafiliasi dengan ISIS, berhasil menarik publikasi media internasional setelah merencanakan untuk membom sebuah kuil dan sebuah gereja di Tampoi, Johor bersamaan dengan perayaan Natal pada akhir 2015, termasuk berencana menyerang kuil Hindu di Johor dan Klang Valley, sebuah kasino di Genting Highland dan pabrik Guinness Anchor di Selangor. Bahrum Naim mengajarkan semua rekrutannya merakit bom melalui aplikasi WA, FB,  dan Telegram. 

Dynno Chressbon, Pengamat Intelijen


TOPIK BERITA TERKAIT: #dynno-chressbon 

Berita Terkait

IKLAN