Selasa, 25 September 2018 04:25 WIB
pmk

Jakarta Raya

Kementan Edukasi Masyarakat tentang Kesehatan Hewan Kurban

Redaktur: Ali Rahman

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman diwakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita memantau kesiapan tim pengawas hewan kurban di Masjid Raya Al Azhar, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (3/8/2018). Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Pertanian RI melepas ratusan tim pemantau hewan kurban 1439 H. Tak hanya itu, warga masyarakat Indonesia akan diberikan edukasi tentang kesehatan hewan kurban, cara pemotongan yang baik sesuai syariat Islam dan pendistribusian daging kurban kepada Mustahik.

Dalam kegiatan 'Public Awareness Pemotongan Hewan Kurban 1439 H,' di Masjid Raya Al Azhar, Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (3/8/2018).

Kendati berhalangan hadir dalam kata sambutan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman diwakili

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menjelaskan bahwa Hari Raya Idul Adha 1439 H, sangat penting bagi seluruh umat Islam di penjuru dunia. Menurutnya, ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam Idul Adha, yaitu pemeriksaan kesehatan hewan kurban, cara-cara penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kurban kepada Mustahik.

"Sebab persyaratan hewan yang akan dikurbankan sangat penting mengingat penyakit hewan yang dapat menular ke manusia yaitu penyakit zoonosis. Diimbau kepada seluruh dokter hewan dan petugas tim pemantau hewan kurban agar mengawal dari tempat penjual hewan kurban, tempat pemotongan sampai ke tempat pendustribusian," ujar I Ketut Diarmita, yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di lokasi acara, Jumat (3/8/2018).

Pelaksanaan Idul Adha pada tahun ini, sambungnya, bertepatan dengan perhelatan akbar olahraga Asian Games 2018. Sehingga pengurus dapat tepat sasaran memantau terkait segala hal yang berkaitan dengan hewan kurban nanti. Tempat penjualan hewan, serta tata cara penyembelihan hewan kurban dan pendistribusian.

"Sesuai Syariat Islam yang memenuhi kaitan dengan kesehatan hewan, mutu dan kehalalan," ungkap Ketut. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementan-ri #hewan-kurban #i-ketut-diarmita #kesehatan-hewan-kurban 

Berita Terkait

IKLAN