Selasa, 25 September 2018 12:24 WIB
pmk

Kesehatan

Pusing Saat Bangun Tidur, Pertanda Demensia?

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Apakah Anda kerap merasa pusing saat bangun tidur? Kondisi itu dapat terjadi akibat berbagai hal, misalnya terlalu lelah, posisi kepala yang tidak tepat, maupun aliran oksigen atau darah yang tidak lancer ke kepala.

Namun beberapa ahli juga meyakini bahwa pusing saat bangun tidur memiliki kaitan yang erat dengan penyakit demensia. Dilansir dari BBC, usia paruh baya yang kerap merasa pusing saat bangun tidur, mempunyai risiko yang lebih tinggi terkena demensia atau stroke di masa depan.

Peneliti American Academy of Neurology Andre Rawlings mengatakan bahwa pusing saat bangun tidur berhubungan dengan masalah pada pembuluh darah dan jantung, yang turut memengaruhi kondisi otak.

"Mengukur hipotensi ortostatik pada usia paruh baya mungkin merupakan cara untuk mengidentifikasi orang-orang yang diduga menderita demensia atau stroke," ungkapnya.

Hasil penelitian yang dilakukan American Academy of Neurology tentang pusing saat bangun tidur, ditemukan fakta bahwa:

1. Dari jumlah total 11.709 peserta, sebanyak 1.068 (9,1 persen) memiliki risiko demensia, dan 842 (7,1 persen) mengalami stroke iskemik (aliran darah ke otak mengalami gangguan).

2. Dari 10.527 peserta yang memiliki riwayat kesehatan baik, 9 persen memiliki risiko demensia, dan 6,8 persen stroke.

3. Dari 552 peserta yang memiliki tekanan darah rendah, 12,5 persen mengalami demensia, dan 15,2 persen mengalami stroke.

Untuk diketahui, tak satu pun dari peserta studi yang memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke sebelumnya. Sehingga, butuh lebih banyak penelitian untuk mengklarifikasi kemungkinan penyebab pusing saat bangun tidur dan bagaimana cara mengatasinya jika kondisi tersebut berkembang menjadi hal yang tak diinginkan.

Sebagai penguat studi, para ilmuwan ingin melihat lebih banyak penelitian yang dapat menjelaskan hubungan erat antara darah rendah, stroke, dan demensia. Tak menutup kemungkinan juga bahwa studi selanjutnya akan dilakukan demi memperkuat data yang ada.

Terlepas dari itu, The Stroke Association merekomendasikan anda agar memeriksakan tekanan darah secara teratur. Jika diketahui angka yang keluar berada di rentang abnormal, Anda diminta untuk berobat ke dokter, apalagi bila ditemukan perubahan kondisi kesehatan yang signifikan.(ind/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #demensia 

Berita Terkait

Tinggal Dekat Jalan Raya Berisiko Demensia Lho

Lifestyle

IKLAN