Jumat, 16 November 2018 12:12 WIB
pmk

Indotainment

Rinso Kata Sandi Roro Fitria Pesan Sabu

Redaktur:

Roro Fitria saat menunggu sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (2/8). YULIANI NN/JAWAPOS.COM

INDOPOS.CO.ID - Sidang perkara penyalahgunaan narkotika yang menjerat artis Roro Fitria kembali dilanjutkan pada Kamis (2/8). Beragendakan pemeriksaan saksi, terungkap fakta baru bahwa Roro Fitria menggunakan istilah 'rinso 3 kilo' untuk memesan sabu. Hal tersebut diungkapkan oleh saksi dari pihak kepolisian, Welly Suharto Praja.

Anggota Polri Subdit 1 Polda Metro Jaya tersebut memaparkan bahwa istilah 'rinso 3 kilo' didapat dari handphone milik Wawan Heryawan alias WH.

Dipaparkan Welly, saat penangkapan di daerah Hayam Wuruk, dalam telepon genggam WH didapati teror pesan WhatsApp maupun telepon dari kontak yang bernama Nyai Roro.

"Rinsonya kapan? Rinsonya sudah sampai belum?" Kata Welly membacakan isi pesan dalam telepon genggam WH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (2/8).

Dijabarkan Wawan dalam persidangan, kronologi penangkapan WH dan Roro Fitria diawali dengan penangkapan Wawan terlebih dahulu. Kemudian, dari penangkapan Wawan didapati bekas bungkus rokok Dunhill berisi 2,4 gram sabu dan satu unit handphone.

Polisi kemudian mencurigai pesan WhatsApp yang terus mencecar menanyakan rinso. Saat chat diperiksa, didapati Roro menanyakan perihal 'rinso 3 kilo' yang dipesannya.

Usai mendapati sabu yang diamankan dari Wawan merupakan pesanan Roro, polisi langsung bergerak untuk menangkap Roro. Menurut Welly, kode 'rinso' memang sering digunakan oleh para penyalah guna narkotika.

"Ya, kalau saya sebagai polisi tahu istilah 'rinso 3 kilo' itu arahnya ke sabu. Itu modus buat mengelabui, jadi nggak jauh-jauh dari situ," ujarnya.

Keterangan saksi Welly sendiri dibenarkan Roro Fitria. Artis kontroversial ini mengaku telah menggunakan istilah 'rinso 3 kilo' saat memesan sabu.

"Iya, benar," kata Roro seraya mengangguk saat diminta menanggapi keterangan saksi Welly oleh Majelis Hakim.

Diketahui pada sidang sebelumnya, WH mendapatkan Rp 5 juta dari terdakwa Roro Fitria, dengan rincian jasa Rp 1 juta dari uang transfer tersebut. Sedangkan Rp 4 juta untuk pembelian sabu seberat 3 gram.

Selanjutnya, pada 14 Februari 2018 sekitar pukul 09.00 WIB, WH menginformasikan kepada Roro bahwa sabu yang ada hanya seberat 2 gram. Barang itu kemudian dikirim oleh WH ke alamat orang tua Roro di Jalan Durian Raya, Ragunan, Jakarta Selatan, melalui jasa antar ojek daring.

Akibat perbuatannya, Roro Fitria didakwa pasal berlapis. Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU Narkotika, dan Pasal 132 UU Narkotika.(ce1/yln/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #roro-fitria #artis-dalam-negeri #narkoba 

Berita Terkait

IKLAN