Senin, 19 November 2018 11:03 WIB
pmk

Nusantara

Oknum LSM Culik Lurah Penataban

Redaktur:

KORBAN PENCULIKA N-Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami keluar dari Mapolres Banyuwangi siang kemarin (1/8). ARNINDHITA ARIFIN/RADAR BANYUWANGI/jpg

INDOPOS.CO.ID – Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jawa Timur, Wilujeng Esti Utami tertimpa apes. Setelah diculik, dipaksa dan diperas oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebesar Rp 60 juta. Wilujeng dibuang ke sungai dengan kondisi tangan terikat dan kepala dibungkus kresek.

Kasus percobaan pembunuhan yang dialami Wilujeng Esti Utami tersebut bermula pada Selasa (31/7) antara pukul 11.00-12.00. Korban Wilujeng Esti Utami dijemput Agus Siswanto di kantor kelurahan Penataban menggunakan mobil Hyundai warna silver. Saat dijemput itu, Agus mengajak korban ke Pondok Pesantren (Ponpes) Blokagung, dengan alasan menemui Gus Makki untuk menyerahkan uang sebesar Rp 60 juta.

Wilujeng bukannya diajak menuju ke Ponpes Blokagung, tapi justru di bawa ke gunung Gumitir , Kecamatan Kalibaru. Dari Kalibaru kembali putar balik kembali menuju Kecamatan Genteng. Setiba di Kecamatan Genteng, keduanya juga sempat berhenti membeli bakso.

Usai makan bakso di Kecamatan Genteng, Agus Siswanto bersama Wilujeng mengajak ke Ponpes Blokagung. Namun Agus mengarahkan kendaraannya menuju Kecamatan Tegaldlimo. Dalam perjalanan di dalam mobil itu, Agus menyinggung terkait kasus dugaan mark up alat-alat kesehatan pada tahun 2004-2009 silam. Bahkan, Agus juga sempat mengancam dan menganiaya Wilujeng.

Saat di dalam mobil tersebut, Wilujeng diminta oleh Agus agar meletakkan tas yang berisi uang sebesar Rp 60 juta di kursi belakang. Uang sebesar Rp 60 juta itu adalah uang yang rencananya akan diserahkan ke Gus Makki tersebut. Bahkan, saat itu Wilujeng juga sempat diancam dan dianiaya menggunakan benda mirip pistol dan dihantam palu.

Meski tas berisi uang tersebut telah diletakkan di kursi belakang, Lurah Penataban tersebut masih saja dipukuli oleh pelaku menggunakan palu dan tangan kosong. Usai menganiaya Wilujeng, Agus lantas mengambil seutas tali dari dalam dashboard mobilnya dan mengikat Wilujeng. Ketika hari sudah mulai gelap, atau sekitar pukul 22.00 Wilujeng kemudian dihanyutkan di aliran sungai di daerah Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.

Meski selama lebih kurang satu jam dalam kondisi tangan terikat tali. Wilujeng yang terus berusaha berenang dan mengapung sembari meminta tolong akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga setempat dibantu anggota Polsek Bangorejo. Oleh warga dengan dibantu Kepala Desa Tegalsari dan Camat Tegalsari, Wilujeng langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk diberikan perawatan intensif. Akibat peristiwa itu, Wilujeng mengalami luka di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman membenarkan kronologis kejadian tersebut. Rabu (1/8) korban, Wilujeng Esti Utami juga tampak datang ke Mapolres Banyuwangi. Korban dimintai keterangan penyidik di ruang unit pidana ekonomi (pidek) Polres Banyuwangi. Dengan mengenakan kemeja warna putih dan kerudung biru dongker. Korban keluar dengan ditemani seorang lelaki dengan dikawal Kanit Pidek, Ipda Lita Kurniawan.

Sayangnya, saat keluar dari Mapolres Banyuwangi perempuan yang menjabat sebagai Lurah Penataban, Kecamatan Giri tersebut juga enggan berkomentar saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh sejumlah wartawan. Perempuan itu menutupi wajahnya dengan kerudung sambil terus berjalan menuju ke arah mobilnya. (ddy/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal #penculikan 

Berita Terkait

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

Motif Kesal Dihina, Linggis Masih Dicari

Headline

Waspada, Penculikan Modus Hipnotis Anak Marak

Megapolitan

IKLAN