Rabu, 19 September 2018 02:57 WIB
pmk

Politik

Para Pendukung tak Boleh Bawa Atribut Provokatif Antar Capres-Cawapres Daftar

Redaktur: Ali Rahman

Jumpa pers Bawaslu mengenai pemetaan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta, Senin (25/6/2018). Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisioner Bawaslu RI Mochammad Afiffudin mengimbau, para pendukung bakal calon presiden dan calon wakil presiden agar tidak menggunakan atribut-atribut baik kaos maupun spanduk yang bersifat provokatif ketika ikut menghadiri pendaftaran Pilpres 2019.

"Kami menyarankan agar para pendukung yang mengantar capres-cawapres untuk tidak menggunakan atribut yang provokatif karena akan memicu ketegangan antar pendukung," ucap Afif ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Ketika ditanya kaus bertuliskan #2019gantipresiden dan #2019tetapJokowi diperbolehkan atau tidak, Afif hanya mengatakan "itu provokatif nggak?".

Yang pasti, ia menegaskan kedua belah pihak tidak boleh membuat provokasi dan tendesius.

Pendaftaran pemilihan presiden akan dibuka KPU besok, Sabtu (4/8/2018). Para pendukung masing-masing kandidat diperbolehkan KPU untuk hadir di sekitaran Gedung KPU dengan syarat tak melebihi 120 orang.

"Silakan saja (pendukung hadir, red) asal tertib. KPU siap. Biar rapi dan terkatur kami minta diberitahu sehari sebelumnya," ungkap Ketua KPU Arief Budiman.

Ia merinci, pihaknya telah menyiapkan 50 id khusus bagi para elit parpol yang mengawal kandidat saat mendaftar di ruang pendaftaran. Lalu untuk para pendukung KPU tempatkan luar gedung.

"Dibawah itu ada 120 orang diparkiran dengan tendan. Nanti kita siapkan televisi screen, buat merka menyaksikan apa yang terjadi di dalam," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pendaftaran-capres-cawapres #bawaslu-ri #mochammad-afiffudin 

Berita Terkait

IKLAN