Kamis, 20 September 2018 05:53 WIB
pmk

Nusantara

Dishub Surabaya Evaluasi e-Tilang CCTV

Redaktur:

ADA BUKTI- Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat (kanan) menunjukkan hasil rekaman CCTV e-Tilang di traffic light Jalan Dharmawangsa. VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA/jpg

INDOPOS.CO.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menambah fasilitas CCTV e-Tilang dari empat titik menjadi 15 titik di traffic light. Penambahan tersebut diharapkan jadi alat untuk meminimalisir pelanggaran meski tidak ada petugas di lapangan.

Ke-15 titik tersebut di antaranya di depan Masjid Al Falah, Jalan Dharmawangsa dua arah, Jalan Diponegoro, Jalan Dr Soetomo, Jalan Darmo, dan Jalan Mayjen Sungkono. Di beberapa titik tersebut petugas juga melakukan penilangan on the spot hasil perekaman petugas.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan, tilang on the spot dilakukan secara bergantian di beberapa titik. Hingga saat ini petugas hanya melakukan tilang on the spot di Jalan Dharmawangsa. "Hanya ada sekitar empat pengendara yang kena tilang dari dua kali tilang on the spot di Jalan Dharmawangsa," kata Irvan di sela penilangan on the spot di Jalan Dharmawangsa, Kamis (2/8).

Dia mengungkapkan, data pelanggar lalu lintas bisa langsung diakses secara bersama antara Dishub dengan Polrestabes Surabaya. Mulai dari Command Center Siola, server Surabaya Intelligent Transportation System (SITS), Polrestabes Surabaya, bahkan hingga jajaran Polsek. “Secara teknologi, mudah kita untuk share bukti pelanggaran,” ujarnya.

Sementara ini, pengendara yang terbukti melakukan pelanggaran akan dilakukan tilang di tempat, sambil menunggu peraturan resmi dari Kapolri. Selanjutnya, pelanggar akan dikirimi surat tilang ke rumah masing-masing menggunakan jasa pos.

Irvan menuturkan, bukti tilang tidak hanya berdasarkan pada capture kendaraan. Dishub melalui SITS bahkan mampu mengidentifikasi dari wajah pengendara. Di samping itu, penindakan tidak hanya dilakukan pada pelanggar lampu merah, marka jalan, ataupun garis berhenti. “Melainkan juga pelanggar yang menggunakan HP dan tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman),” tegasnya.

Dia menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan untuk peningkatan CCTV e-Tilang. Efektivitas itu diharapkan bisa meminimalisir kecelakaan yang dimulai dari tindakan pelanggaran. "Kami ingin intensitas kecelakaan bisa ditekan," pungkasnya. (vga/nur/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dishub-surabaya #e-tilang-cctv 

Berita Terkait

IKLAN