Jumat, 16 November 2018 11:47 WIB
pmk

Nusantara

Didirikan oleh Imigran Asal Tiongkok, Sejarah Pabrik Mie Tertua di Kota Surabaya

Redaktur:

MELEGENDA-Pekerja di pabrik Misua sedang merapikan potongan-potongan mie. Pabrik ini menjadi pabrik mie tertua di Surabaya. SURYANTO/RADAR SURABAYA/jpg

INDOPOS.CO.ID - MIE merupakan makanan yang sangat familiar di lidah orang Indonesia. Tak terkecuali di lidah warga Kota Surabaya. Di Kota Pahlawan sendiri ternyata ada sebuah pabrik mie tertua yang konon sudah ada sejak tahun 1948.

Pabrik tersebut tepatnya berada di Jalan Pesapen Selatan nomor 23, Krembangan Selatan. Sekilas, saat ini jika kita melintas di Jalan Pesapen Selatan pasti tidak menduga jika terdapat sebuah pabrik mie tertua. Sebab, di depan pintu depan pabrik tidak terdapat papan atau tulisan terkait pabrik mie.

Namun, saat kita masuk ke halaman pabrik yang masih selokasi dengan rumah pemilik, tentu langsung akan disambut pemandangan jemuran kotak kayu yang di atasnya terdapat mie dijemur di bawah terik matahari. Selain itu, suara mesin produksi mie akan terdengar nyaring dari dalam rumah produksi.

Subiyanto Djayawikarta pemilik pabrik Misua Marga Mulya mengatakan, dahulu pertama kali yang mendirikan pabrik adalah kakeknya yang berasal dari Negeri Tirai Bambu.  "Kakek saya asli Tiongkok yang mengawali dan merintis pabrik mie di sini," ujar Subiyanto saat ditemui Radar Surabya di rumahnya.

Dia menambahkan, saat itu awalnya mulai dikerjakan sendiri. Kemudian mengambil tenaga kerja dari warga sekitar. Seiring berjalan waktu, ternyata mie produksi kakek Subiyanto semakin dikenal. Perlahan-lahan pekerjanya pun semakin banyak, karena permintaan juga semakin meningkat.

Sepeninggal kakek Subiyanto, kemudian pabrik dipegang kendali oleh neneknya. Kemudian diteruskan ke orang tua hingga saat ini dikelola oleh keluarga. "Di sini memproduksi misua dan mie biasa. Dahulu karyawannya sampai 80 orang," ungkapnya.

Misua di pabrik ini, kata Subiyanto, dibuat tanpa menggunakan bahan kimia. Produksinya pun masih menggunakan mesin tradisional dibantu dengan tangan manusia. (MOH MAHRUS/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks 

Berita Terkait

IKLAN