Rabu, 21 November 2018 03:22 WIB
pmk

Nusantara

Delapan Ton Pupuk Subsidi Mau Dijual, Tepergok, Pelaku Langsung Diamankan

Redaktur:

KASUS-Truk pengangkut 160 karung pupuk bersubsidi dijadikan barang bukti. Foto: Choirun Nafia/Radar Magetan/JPG

INDOPOS.CO.ID– Anung Prasetyo harus berurusan dengan polisi. Setelah Tepergok mengangkut pupuk bersubsidi oleh petugas Satlantas Polres Magetan, Jawa Timur. Tepat di Jalan Raya Solo depan SPBU Maospati, akhir pekan lalu (28/7/2018).

Petugas yang berpatroli sekitar pukul 14.00 itu menaruh curiga pada truk nomor AD 1378 QG yang dikemudikan warga Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, itu. Saat diberhentikan ternyata mengangkut pupuk bersubsidi menuju Sragen, Jawa Tengah. ‘’Pupuk subsidi mau dijual, padahal tidak boleh. Akhirnya dibawa ke polres untuk pemeriksaan,’’ kata Kasubbag Humas Polres Magetan AKP Suyatni.

Sampai Jumat (3/8/2018), truk pengangkut pupuk subsidi itu masih terparkir di halaman belakang Mapolres Magetan. Bodinya pun masih tertutup terpal. Pun, 160 karung pupuk subsidi masih berada di dalamnya. ‘’Anung sudah kami tetapkan tersangka,’’ ujarnya.

Dalam pemeriksaannya, Anung diketahui pemilik dari delapan ton pupuk subsidi tersebut. Sebanyak 120 karung merupakan pupuk ponska dan 40 karung pupuk ZA. Sedianya, Anung hendak menjual pupuk subsidi itu. ‘’Pupuk subsidi ini jatahnya petani Ngariboyo, tapi malah dijual ke Sragen,’’ katanya.

Siapakah sebenarnya Anung? Sehingga bisa mendapatkan berton-ton pupuk subsidi dan berniat menjualnya? Suyatni memastikan, Anung bukanlah agen atau distributor penyalur pupuk subsidi. Dia juga bukan ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) kecamatan setempat. Dia hanyalah pengecer yang setiap harinya berjualan pupuk di rumahnya. Bukan di gudang, melainkan toko rumahan biasa. ‘’Aksinya (menjual pupuk subsidi, Red) ini baru pertama kali,’’ sebutnya.

Di depan penyidik Sat Reskrim, Anung mengaku hendak menyelewengkan pupuk subsidi itu untuk kepentingan pribadi. Selain menyita pupuk sebagai barang bukti, polisi terus mengembangkan hasil tangkapan di siang bolong itu. Tersangka disangkakan pasal 6 ayat (1) UUD RI 7/1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi juncto Permendag Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi juncto pasal 9 Permentan 04/Permentan/SR.310/3/2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2017. ‘’Tersangka masih kami bebaskan karena hukuman maksimalnya kurungan dua tahun,’’ pungkasnya. (bel/c1/fin/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #penyelewengan #pupuk-subsidi #magetan #jawa-tengah 

Berita Terkait

IKLAN