Senin, 19 November 2018 08:46 WIB
pmk

Nusantara

Konawe Utara Siap Remajakan 2.500 Hektare

Redaktur:

MUSIM-Petani tengah panen buah sawit. Foto: JPG

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan 185 ribu hektare (ha) untuk diremajakan pada 2018 ini di 20 provinsi. Namun kalaupun ada daerah yang sudah siap, tidak masalah untuk diremajakan terlebih dahulu.

”Memang kita menargetkan di 20 pronvinsi perkebunan kelapa sawit, tapi jika di Konawe Utara ini siap untuk diremajakan, maka daerah yang belum siap bisa kita geser ke daerah yang memang sudah siap untuk diremajakan. Ini penting mengingat tidak sedikit lahan perkebunan rakyat yang sudah tua,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan Bambang kepada wartawan, Jumat (3/8/2018).

Bukan hanya itu, lanjut dia, memang 2.500 ha ini adalah awal di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), tapi jika memang data-datanya lengkap serta clean and clear di atas 2.500 tidak masalah. Sebab menurut catatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara ada 6.000 ha yang memang sudah harus diremajakan, dan jika memang sudah siap dengan data-datanya Pemerintah Pusat dipastikan akan segera dilakukan. ”Kita akan mendorong daerah mana pun yang memang sudah siap untuk diremajakan, sebab ini menyangkut perkebunan rakyat” tegas Bambang.

Sementara itu, Bupati Konawe Utara Ruksamin menyambut baik dengan adanya program peremajaan sawit rakyat (PSR) ini.  ”Sebab, dengan program peremajaan kelapa sawit, para petani sawit yang kebunnya selama ini tidak produktif lagi bisa kembali berproduktivitas tinggi dan petani kembali bergairah untuk mengelola lahannya. Ini karena dalam program peremajaan yang menggunakan benih unggul dalam jangka waktu tiga tahun tanaman sawit sudah bisa berproduksi,” ungkapnya.

Memang, Ruksamin mengakui untuk awal 2.500 ha yang akan diremajakan. Tapi sesuai dengan arahan Dirjen Perkebunan jika data yang sudah siap serta clean and clear melebihi angka tersebut tidak masalah karena ini menyangkut dengan perkebunan milik rakyat.

Berdasarkan catatannya, luas lahan tanaman kelapa sawit di Kabupaten Konawe Utara secara keseluruhan mencapai 17.600 ha. Dari angka tersebut, milik PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV seluas 3.953 ha, dengan luas lahan Plasma seluas 2.500 ha dan luas lahan inti seluas 1.453 ha.

Lalu, lahan milik petani yang menjadi plasma di  PT Sultra Prima Lestari seluas 6.596 ha, lahan milik petani yang menjadi plasma  di  PT Damai Jaya Lestari seluas 6,005 ha, dan lahan milik petani swadaya seluas 1.003 ha. ”Jadi untuk lahan yang sudah siap diremajakan seluas 2.500 ha dengan jumlah kelompok tani sebanyak 55 kelompok,” ucap Ruksamin. 

Ditempat terpisah, Gamal Nasir, pengamat perkebunan menyoroti daerah sentra yang masih lambat merespon. Menurutnya, sangat menarik ketika sebuah kabupaten di provinsi yang bukan sentra tanaman kelapa sawit justru begitu cepat memanfaatkan momentum program pemerintah pusat, sedangkan ada provinsi sentra masih ragu-ragu.

”Padahal dana sudah tersedia dan sudah tersalur. Bahkan dengan menarik dana peremajaan sebanyak-banyaknya tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteran petani dan meningkatkan peredaran uang di daerah yang pada akhirnya menciptakan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (bnu/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sawit #perkebunan #konawe-utara #sulawesi-tenggara 

Berita Terkait

IKLAN