Kamis, 15 November 2018 03:08 WIB
pmk

Jakarta Raya

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Jakut Kompak Jaring Kepesertaan

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan se-wilayah Jakarta Utara bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi di Hotel Rancamaya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka pencapaian kepesertaan di Wilayah Jakarta Utara.

”Ya meskipun sampai saat ini target kepesertaan di wilayah Jakarta Utara telah tercapai, masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, terbukti dengan adanya kasus kecelakaan kerja meninggal dunia di daerah Pluit beberapa waktu lalu. Ternyata pekerja proyek itu tidak terdaftar program BPJS Ketenagakerjaan. Sangat disayangkan, padahal manfaat perlindungan yang kita berikan cukup besar,” ucap Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading Pepen S. Almas,  selaku Koordinator Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan wilayah Jakarta Utara.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Cabang se-Wilayah Jakarta Utara, Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI serta Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara dan para Asisten dan Kabag Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Utara. Kegiatan tersebut fokus membahas keikutsertaan perusahaan-perusahaan serta pekerja mandiri di wilayah Jakarta Utara dalam mengikuti Program Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Terutama Jakarta Utara mencanangkan diri sebagai Kota Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Dalam kegiatan tersebut Pepen menyampaikan laporan hasil kerja Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta sewilayah Jakarta Utara. Yaitu  dalam menjaring kepesertaan badan usaha, perusahaan jasa konstruksi, dan pekerja mandiri. Sementara itu

Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Puspitaningsih, yang hadir dalam acara tersebut turut memberi laporan terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. ”Dari seluruh RT dan RW, setengahnya telah menjadi peserta. Di lingkungan Pemda sendiri termasuk PPSU dan PHL sebanyak 121ribu telah terdaftar,” ujarnya.

Ia menambahkan pada periode Januari sampai Juli telah dibayarkan klaim jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja di lingkungan pemda sebesar Rp 3,3 milyar dari 142 kasus kematian dan kecelakaan kerja.Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara Syamsuddin Lologau, menyampaikan masih perlu adanya sosialisaasi yang lebih aktif tentang keuntungan dan manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja.

Dirinya juga mengakui perlindungan bagi pekerja adalah tanggung jawab bersama.”Pemerintah harus ada di sana, mencari solusi bersama jika ada kendala, Melihat manfaat dan keuntungan bagi pekerja, seharusnya perusahaan tidak perlu ragu dan segera mendaftarkan para pekerjanya untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.(dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan 

Berita Terkait

IKLAN