Kamis, 15 November 2018 01:45 WIB
pmk

Politik

PA 212 Minta Koalisi Keumatan Patuhi Ijtima Ulama

Redaktur: Ali Rahman

Pengumuman Rekomendasi Ijtima Ulama pada Minggu (29/7/2018) di Jakarta.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 KH Slamet Maarif meminta kepada lima partai koalisi keumatan agar menghormati rekomendasi Ijtima Ulama.

Menurutnya, dengan mematuhi rekomendasi ulama maka berarti ikut mematuhi Nabi Muhammad SAW.

"Kami meminta Partai Koalisi Keumatan, Gerindra, PAN, PKS, PBB, Berkarya agar menghormati dan menghargai Ijtima Ulama," ujar Slamet dalam keterangannya kepada INDOPOS di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Ia menjelaskan, tidaklah mungkin ulama sebagai pewaris Nabi akan menyalahgunakan wewenang berbicara menurut hawa nafsunya. "Karena tidak mungkin seorang Ulama bersatu padu dalam kesepakatan hanya untuk menyesatkan umatnya," ucapnya.

Ia pun menjelaskan, ulama mengeluarkan putusannya dalam memilih calon presiden dan wakil presiden karena panggilan Allah SWT. "Sehingga para Ulama harus turun gunung turut terlibat membicarakan nasib umat agar mampu mencari siapa pemimpin terbaik," terangnya.

Jika bukan petunjuk Ulama dengan pendekatan dalil dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya, ucap Slamet, tidaklah mungkin mereka menghadirkan sosok calon pemimpin yang terbaik, yang bisa dipilih oleh Umat-Nya.

"Artinya seruan ulama Insyaa Allah lebih baik dari hanya sekedar klaim yang banyak dilakukan oleh orang yang mengganggap dirinya baik. Karena deteksi Ulama terhadap calon pemimpin melalui pendekatan Ilmu bukan pendekatan kepentingan," tuturnya.

Karena itulah, ujar Slamet, pentingnya partai koalisi wajib menghargai ajakan para ulama, yakni jika ingin melahirkan pemimpin yang baik hanya bisa lahir dari sebuah kesepakatan dari orang-orang yang berilmu yang menyimpulkan bahwa seseorang itu baik.

"Jadi jika harus Habib Salim Segaf Aljufri atau Ustad Abdul Shomad yang ditunjuk sebagai cawapres dari Bapak Prabowo, maka wajib kepada Partai Koalisi menjunjung tinggi keputusan Ulama tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut, KH Slamet menerangkan, kalau itu kesepakatan atau keputusan Ulama atas kesepakatan menganggap dua sosok tersebut adalah pilihan yang terbaik, Insya Allah juga sama dengan keinginan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

"Dan keputusan syuro itu adalah keputusan yang tertinggi dalam pengambilan keputusan yang tidak bisa diabaikan begitu saja," pungkasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pa-212 #kh-slamet-maarif #rekomendasi-ijtima-ulama #siapa-penantang-jokowi 

Berita Terkait

IKLAN