Rabu, 21 November 2018 07:22 WIB
pmk

Politik

Komentar Alumni 212 Kubu Prabowo Tolak Rekomendasi Itjima Ulama

Redaktur: Redjo Prahananda

Dari kiri: Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Asegaf Al Jufri, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menghadiri acara Ijtima ulama dan tokoh nasional di Hotel Peninsula Jakarta, Jumat (27/7) lalu. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Alumni Presidium 212 memberikan respons mengenai penolakan secara halus para petinggi Partai Gerindra atas hasil Forum Itjima Ulama beberapa waktu lalu di Jakarta.

Forum Ijtima Ulama merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Seggaf Al-Jufri dan Ustadz Abdul Somad sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Menurut Ketua Alumni Presidium 212, Aminuddin menjelaskan, keputusan Partai Gerindra merupakan hak konstitusional partai. Aminuddin mempersilahkan Gerindra mengambil keputusan.

“Tapi Ingat, kami memilih presiden harapan rakyat, jadi jangan sampai terjebak dalam pilihan salah," kata Aminuddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

Dia berpesan, jangan membuat gelisah rakyat cuma karena urusan cawapres saja, padahal banyak masalah bangsa.
“Membangun negara hanya untuk jabatan dan kekuasaan, permasalahan negeri ini tidak akan pernah selesai.”

Manuver dan tarik menarik soal cawapres ini membuat suasana gaduh. “Jabatan hanya seorang cawapres tapi drama dibuat sedemikian rupa," ujar dia melanjutkan.

Namun demikian, Alumni 212 lapang dada bila benar, Gerindra menolak rekomendasi Forum Itjima Ulama. “Kami harus legowo. GNPF-U harus siap terima resiko itu. Apalagi, dua nama dimunculkan itu, tidak sesuai dengan hasil rakornas PA 212 bulan Mei lalu. Padahal GNPF-U dan PA 212 itu berisi orang orang-orang sama. Harus dievaluasi,” kata Aminuddin.

Rachmawati Sooekarno Putri menolak secara hasil Forum Itjima Ulama. Dia berkomentar terkait pertemuan antara ketua umum dan Sekjen Partai di kediaman Maher Algadri, pengusaha di kawasan Prapanca Kebayoran Baru Jakarta Selatan (3/3/2018).

"Kami memang membicarakan hasil rekomendasi dari Ijtima Ulama, tapi kami garisbawahi itu hanya hasil rekomendasi. Tidak mengikat. Paling penting pengajuan nama dari partai sendiri. Berarti kami berempat, Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS," kata Rachmawati

Penolakan serupa datang dari salah satu petinggi Partai Gerindra lain, Ferry Juliantoro. "Ustaz Abdul Somad tetap berada pada jalur dakwah, tetapi tetap memberi suluh kepada kita semua," tutur pria sekaligus Wakil Ketua Umum Gerindra ini. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ijtima-ulama #cawapres-prabowo #pilpres-2019 #alumni-presidium-212 

Berita Terkait

IKLAN