Jumat, 16 November 2018 12:10 WIB
pmk

Nusantara

Pupuk Kaltim Reintroduksi Anggrek Hitam ke Taman Nasional Kutai

Redaktur: Redjo Prahananda

UPAYA PELESTARIAN - Direktur Produksi Pupuk Kaltim, Bagya Sugihartana (tengah) menyerahkan tanaman anggrek hitam ke Taman Nasional Kutai sebagai upaya Konservasi Hayati ./Humas Pupuk Kaltim.

INDOPOS.CO.ID - Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur terhadap konservasi keanekaragaman hayati, tertuang melalui reintroduksi 1.000 anggrek hitam hasil pengembangan secara kultur jaringan di laboratorium perusahaan, kepada Balai Taman Nasional Kutai (TNK).

Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana, kepada Kepala Balai TNK Nur Patria Kurniawan, melakukan serah terima anggrek hitam ini disela-sela agenda Wana Rally Kutai XII.

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, turut menyaksikan prosesi penyerahan ini di area konservasi TNK Sangkima Kabupaten Kutai Timur, Sabtu, (4/8/2018)

Bagya Sugihartana menjelaskan, selain komitmen Perusahaan terhadap konservasi keanekaragaman hayati, upaya pelestarian anggrek hitam Pupuk Kaltim dianggap masih belum lengkap, kalau bibit hasil pengembangbiakan tidak kembali ke habitat alami.

Anggrek hitam merupakan salah satu tanaman asli Kalimantan Timur, dan kini di ambang kepunahan. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk melestarikan, agar keberadaaan anggrek hitam dapat terus dipertahankan.

"Pupuk Kaltim peduli terhadap kelangsungan hidup anggrek hitam agar populasinya tetap terjaga. Hal ini yang mendasari konservasi dan pengembangan yang kami lakukan melalui metode kultur jaringan di laboratorium perusahaan," ujar Bagya.

Melalui agenda ini diharap Bagya, masyarakat dapat menyadari pentingnya menjaga keberadaan Anggrek Hitam, serta mampu menekan aktifitas penjualannya secara illegal. Agar populasinya tetap terjaga.

Sebab anggrek hitam masuk dalam kategori  flora terancam punah. Anggrek hitam dilarang diperdagangkan secara bebas. Kecuali, hasil penangkaran sesuai Peraturan Pemerintah nomor 07 tahun 1999.

"Kepunahan Anggrek Hitam di alam bebas tentunya menjadi kerugian besar bagi keanekaragaman hayati Indonesia. Inilah yang diantisipasi Pupuk Kaltim melalui Reintroduksi bersama Taman Nasional Kutai," lanjut dia.

Dan sebagai Mitra TNK selama 23 tahun, Pupuk Kaltim kata Bagya, akan terus mendukung kegiatan konservasi keanekaragaman hayati, selama ini dilaksanakan perusahaan secara berkesinambungan.

Seperti penurunan terumbu buatan di area Tobok Batang dengan komitmen 500 unit per tahun, penanaman mangrove di perairan Kedindingan dan HGB 65 Kota Bontang, serta konservasi Rusa Sambar di HP 01.

"Pupuk Kaltim bukan cuma berfikir profit dalam aktifitas bisnis yang dilaksanakan, tapi juga peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan sekitar. Ini menjadi komitmen perusahaan yang tidak bisa ditawar," kata Bagya.

Reintroduksi anggrek hitam dari Pupuk Kaltim disambut antusias Nur Patria Kurniawan, menyebut upaya ini sebagai langkah positif perusahan dalam membantu  mempertahankan populasi dan pemulihan ekosistem anggrek hitam di kawasan TNK.

Apalagi setelah kebakaran melanda TNK pada 2015 lalu, seluruh anggrek hitam di area konservasi Sangkima habis. Anggrek hitam  kini cuma tumbuh di  Cagar Alam Kersik Luway di Kabupaten Kutai Barat.

"Tapi dengan bantuan Pupuk Kaltim, area konservasi TNK Sangkima bisa kembali mendapatkan anggrek hitam. Kami ucapkan terima kasih atas upaya perusahaan untuk pemulihan ekosistem tanaman langka ini," ucap dia.

Masa depan, TNK berencana memanfaatkan anggrek hitam sebagai ikon wisata edukasi bagi masyarakat. Dengan memperkenalkan kembali setelah pemulihan di sepanjang area koservasi. Apalagi tahun depan, Pupuk Kaltim juga berkomitmen me-reintroduksi 1.000 tambahan bibit baru anggrek hitam ke TNK.

"Nanti kita bisa menikmati saat mekar anggrek hitam yang hanya 4 hari dalam setahun di TNK. Ini akan kami upayakan maksimal, agar populasinya bisa terus terjaga," tambah Nur Patria.

Senada, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, mengapreasiasi upaya Pupuk Kaltim yang menginisiasi pelestarian anggrek hitam melalui kultur jaringan dan reintroduksi 1.000 bibit ke BBalai TNK.

Dirinya pun mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur dapat berbuat serupa Pupuk Kaltim, dengan turut berpartisipasi menjaga pelestarian alam dan lingkungan. Sehingga keanekaragaman hayati yang dimiliki bumi Kalimantan Timur bisa terus terjaga kelestariannya.

"Saya harap semua perusahaan baik tambang maupun perkebunan bisa berbuat seperti Pupuk Kaltim. Paling tidak apa yang kita punya di Kalimantan Timur bisa terjaga, serta menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang kesini (Kaltim)," tutur Kasmidi. (hms/adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pupuk-kaltim #taman-nasional-kutai 

Berita Terkait

IKLAN