Jumat, 14 Desember 2018 03:02 WIB

Politik

Pengamat Sarankan 2 Nama Menjadi Cawapres Prabowo

Redaktur: Redjo Prahananda

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago.

INDOPOS.CO.ID - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan dua nama menjadi pendamping Prabowo dalam Pilpres 2019.

Dua nama itu Salim Segaf Al-Jufri dan Ustad Abdul Somad (UAS). Menurut Pangi, kedua tokoh agama tersebut memiliki basis massa dan dukungan kuat.

Serta cenderung lebih moderat dan mampu berkomunikasi dengan semua kelompok atau kekuatan Islam mana pun. Terlebih, Salim Segaf pernah duduk di kabinet pemerintahan di era SBY.

"Salim Segaf Al-Jufri adalah Ketua Majelis Syura PKS, mantan menteri Sosial era SBY dan juga pernah menjadi duta besar RI untuk Arab Saudi dan Oman," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

"Bukan cuma itu, beliau juga merupakan keturunan Ulama besar Palu, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan nama Guru Tua.”

Rekomendasi dari ulama tergabung dalam GNPF ini, lanjut dosen ilmu politik pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, menjadi pertimbangan sangat penting bagi Prabowo, kalau ingin memenangkan pilpres 2019 dengan dukungan kuat dari kalangan Islam.

Pangi menilai nama Agus Harimurti Yudhoyono masih sulit mengambil suara ulama. Prabowo-AHY kombinasi kurang menjual dan kurang tepat, karena sama-sama nasionalis dan latar belalangnya sebagai militer.

"Kami bisa bayangkan dan mudah memprediksi simulasi pertarungan peta lama misal; Prabowo-AHY berhadapan dengan Jokowi-Mahfud MD. Sebaliknya akan keras benturan pertarungan dan sulit diprediksi apabila Prabowo-Salim Segaf head to head dengan Jokowi-Ma'ruf Amin," terang pengamat politik itu.(cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #cawapres #prabowo #direktur-eksekutif-voxpol-center #pangi-syarwi-chaniago 

Berita Terkait

Ingin Rebut Suara PDIP di Jateng

Politik

Empat Untungkan Jokowi, Dua Untungkan Prabowo

Politik

DPD PAN Tanah Bumbu Dukung Jokowi

Politik

Diduga Ada Pelanggaran Kampanye

Nasional

IKLAN