Kamis, 20 September 2018 06:10 WIB
pmk

Politik

PSI Sebut Pernyataan "Berantem" Jokowi Dipelintir

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kata "berantem" terlalu didramatisir.

Menurut dia, ucapan Jokowi terhadap para pendukung bukanlah ajakan menyuruh pendukungnya berkelahi. 

"Terlalu dibesar-besarkan. Kami tidak pernah merasa Jokowi memprovokasi kami untuk berantem. Berita Ini sengaja dipelintir oleh lawan politik," ucap Raja kepada INDOPOS, Minggu (5/8/2018).

Dia menegaskan, pernyataan Jokowi sewaktu bertemu dengan relawan banyak dipotong dan dicabut dari konteks sehingga multitafsir.

“Karena pelintiran itu seolah-oleh Jokowi memprovokasi agar terjadi benturan di akar rumput," cetus dia.

Raja meminta pernyataan Jokowi disimak secara seksama. Menurutnya, Jokowi justru menegaskan agar relawan Jokowi jangan saling mencela dan menjelekkan dalam kampanye. Jokowi juga melarang pendukung untuk berinisiatif melakukan kekerasan. 

"Namun sebagai bentuk defensif, mempertahankan diri, bila ada yang melakukan kekerasan, pendukung Jokowi harus berani melawan. Tapi, sekali lagi, sifarnya defensif bukan ofensif," ujar Toni. 

Dia menyinggung terminologi 'the last resort' dalam studi Hubungan Internasional. Toni menjelaskan, tindakan militeristik mungkin dilakukan sebagai alternatif terakhir yang mesti diambil bila alternatif damai tidak bisa dilakukan lagi.

"Salah bila Pak Jokowi menganjurkan pendukung untuk berkelahi dengan pendukung lain. Sekali lagi, di tahun politik ini, jangan main fitnah dengan mempelintir pernyataan yang membuat gaduh masyarakat," tegas dia.

Presiden Joko Widodo meminta barisan relawan pendukung tidak mencari musuh. Namun harus siap bila harus terlibat dalam perkelahian. 

Permintaan Jokowi itu disampaikannya dalam pertemuan besar dalam rapat umum dengan barisan relawan di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu siang (4/8).

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah. Jangan suka mencela, jangan suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi disambut tepuk tangan peserta rapat.(dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-psi #raja-juli-antoni 

Berita Terkait

IKLAN