Selasa, 13 November 2018 09:57 WIB
pmk

Nasional

BMKG Imbau Warga Menjauh dari Bibir Pantai

Redaktur: Redjo Prahananda

Warga berlari menghindari tsunami

INDOPOS.CO.ID - Gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kedalan 15 KM. BMKG meminta warga menjauh dari pantai.

Kepala Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko menjelaskan, telah mengirim sinyal bahaya potensi tsunami kepada BMKG NTB.”Karena gempa sudah mencapai 7 SR, kami langsung kirimkan sinyal potensi tsunami,” kata Hary.

“Kami menghimbau kepada warga menjauh dari bibir pantai, dan mengungsi ke tempat lebih tinggi,”ujar Hery melalui sambungan telepon di salah satu stasiun televisi swasta.

BMKG mendeteksi telah terjadi kenaikan air laut di Carik sekitar 0,135 meter dan di Badas sekitar 0,1 meter. Hery menambahkan,”gempa tersebut berpotensi tsunami,” kata dia menambahkan.

Gempa berkekuatan besar mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, (5/8/2018). Gempa ini berpotensi tsunami.

Informasi pertama menyebutkan disebut berkekuatan 6,8 SR, namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi bahwa gempa tersebut berkekuatan 7 SR.

"Pemutakhiran, Peringatan Dini Tsunami di NTB, Gempa Mag:7.0," demikian laporan BMKG lewat akun Twitter resmi @infoBMKG, Minggu (5/8/2018).

Gempa tersebut terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB. Gempa terjadi di kedalaman 10 KM. Lokasi gempa berada pada titik 8.25 LS, 116.49 BT, atau sekitar 27 km Timur Laut Lombok Utara, NTB.(cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-di-ntb #tsunami 

Berita Terkait

IKLAN