Minggu, 23 September 2018 07:57 WIB
pmk

Headline

Lombok-Balik, Kami Berduka

Redaktur:

PANIK - Suasana kepanikan warga desa Duman, Lombok Barat, saat terjadi gempa susulan, Minggu (5/8). IVAN MARDIANSYAH/LOMBOK POS

INDOPOS.CO.ID – Gempa 7 skala richter (SR) mengguncang Lombok Utara, Minggu (5/8) pukul 18.46. Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut  sempat membuat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami.

Gempa berkekuatan 7,0 skala richter ini membuat masyarakat di Lombok panik bukan kepalang. Mereka berusaha menyelamatkan diri karena goncangan terasa jauh lebih kuat dari sebelumnya. ”Ini lebih besar dan lebih lama,” ungkap Hamdani Selamet. Pria berusia 31 tahun itu merupakan salah seorang warga yang tinggal di Desa Gereneng, Kecamaan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.

Berdasar kesaksian Hamdani, masyarakat yang tinggal di bibir pantai langsung mengevakuasi diri. Mereka mencari tempat yang lebih tinggi. ”Semua sekarang sudah mengungsi,” ucap dia. Informasi potensi tsunami pasca gempa kemarin malam yang membuat mereka berbondong-bondong menyelamatkan diri. Alhasil seluruh jalur dari pantai ke lokasi-lokasi yang lebih tinggi padat. ”Macet sekali di sini,” tambah dia.

Menurut Hamdani, hanya beberapa orang saja yang tersisa di desanya. Sebagian besar memilih menyelamatkan diri lantaran jarak dari Gerenengan ke pantai di seletan Lombok relatif dekat. Mereka enggan mengambil risiko lantaran BMKG sudah memerintahkan masyarakat meninggalkan pantai. ”Ini paling tinggal 20 orang yang berjaga,” kata dia. Gempa susulan juga masih dirasakan Hamdani ketika Jawa Pos mewawancarai dirinya.

Terpisah Pemimpin Redaksi Lombok Post (Jawa Pos Group) Jony Marthadinata menyampaikan, guncangan gempa memang terasa sangat keras. ”Terasa lebih besar memang,” ucap Jony. Dia bersama awak redaksi Lombok Post yang tengah bekerja pun berhamburan ke luar rungan. Bahkan, Jony meminta seluruh timnya pulang dan untuk menenangkan keluarga masing-masing.

Dari pantauan Jony, sejumlah jalan di Mataram macet parah. Bukan hanya masyarakat yang tengah berada di dalam rumah, yang sedang berada di mall, rumah sakit, hotel, dan sejumlah tempat lainnya ikut berhamburan. ”Semua pada keluar,” ucap dia. Informasi yang diterima oleh Jony sampai kemarin malam lokasi terdampak gempa paling parah berada di Lombok Timur dan Lombok Utara.

Namun demikian, getaran kuat yang terasa di Mataram membuat masyarakat panik. ”Itu yang wilayah Ampenan lari semua ke timur,” ucap dia. Maklum, wilayah tersebut berada di pinggir laut. Informasi yang diterima media ini gempa bumi di Lombok Minggu (5/8) malam juga terasa sampai Bali dan Kepulauan Sapeken di Madura. Sejumlah bangunan di Bali juga dilaporkan rusak akibat gempa tersebut.

Pengalaman lainnya dirasakan Joko Haryanto. Pria yang berprofesi sebagai wartawan itu tengah menunggu pesawatnya di Bandara Internasional Praya Lombok panik. Suara gemuruh akibat kaca-kaca yang bergetar terdengar. Bumi juga bergoyang hebat. Benda-benda pun berjatuhan. Beberapa detik setelahnya listrik mati.

”Ibu-ibu banyak yang berteriak,” katanya saat dihubungi media ini.

Saat listrik padam, seluruh penumpang panik. Petugas bandara pun mengarahkan seluruh orang yang berada di ruang tunggu untuk menuju apron (tempat parkir pesawat, Red). ”Penerbangan delay,” tutur Joko.

Corporate Communication Senior Manager PT Angkasa Pura I Awaluddin menyatakan bahwa tidak ada kerusakan pada fasilitas sisi udara (airside) seperti runway, taxiway, dan apron di Bandara Internasional Praya Lombok maupun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. 

”Hanya ada kerusakan minor pada fasilitas di terminal,” katanya kemarin.

Dia membenarkan jika petugas sempat melakukan evakuasi di titik evakuasi di luar terminal. Namun menjelang pukul 20.30 WITA calon penumpang sudah kembali ke ruang tunggu terminal. ”Untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang kami sedang meninjau dan melakukan pembersihan terhadap berbagai sarana serta fasilitas di seluruh area,” ucap Awaluddin.

Pasca mengeluarkan peringatan tsunami, BMKG Pusat meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap tenang dan menjauhi bibir pantai. Gelombang yang datang diprediksi setinggi setengah meter. Pada pukul 18.48, di Desa Carik Lombok Utara terdeteksi tsunami dengan ketinggian 0, 135 meter. Enam menit setelahnya, Desa Badas pun terdeteksi tsunami dengan ketinggian 0,100 meter. ”Gelombang tsunami bisa saja berbeda-beda,” kata Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati kemarin.

Dwikorita memaparkan, hingga pukul 19.51 WIB, telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil. Namun dia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan runtuh.

BPBD juga telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai.  ”Dengan melihat kondisi kegempaan diperkirakan kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi di Kota Mataram,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Dia mengatakan, umumnya bangunan-bangunan yang dibangun dengan kurang memperhatikan kontruksi tahan gempa akan mengalami kerusakan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memastikan bahwa seluruh undangan dan delegasi berbagai negara dalam Indonesia – Australia Ministerial Council on Law and Security di Lombok selamat. ”Semua tamu delegasi yang akan mengikuti pertemuan selamat,” imbuhnya. Menindaklanjuti kondisi di sana, dia menunda kegiatan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism hari ini (6/8).

Pejabat asal Jogjakarta itu pun sudah mempersilakan setiap undangan dan tamu yang hadir dalam agenda tersebut kembali ke negara masing-masing. Menurut Wiranto, dia dan seluruh undangan serta delegasi berbagai negara tengah melaksanakan gala dinner ketika gempa mengguncang Lombok. Mereka langsung menyelamatkan diri lantaran getaran akibat gempa 7,0 skala richter terasa kuat.

General Manager IPP PLTU Lombok Timur 2x25 MW Nur Akhsanul kholikin mengatakan, hingga Minggu (5/8) pukul 21.15 kondisi listrik di Lombok Timur masih padam total. Sebab, pembangkit yang ada di sana mengalami shutdown lantaran gempa yang mengguncang Lombok sejak pukul 18.46 WIB.

"Shutdown langsung mati karena sistemnya bermasalah. Frekuensi tidak stabil," katanya, Minggu (5/8).

Saat ini kondisi pembangkit dalam proses pembenahan dari PLN. Pihaknya juga masih menunggu instruksi dulu dari PLN kapan startup lagi.

"Ketika ada shutdown, vibrasi, proteksi pembangkit kita bekerja untuk mengamankan unit," urainya. Listrik di Lombok dipasok dari IPP pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lombok Timur 2x25 MW milik Lombok Energy Dinamycs. Sedangkan di sisi barat terdapat PLN PLTU Jeranjang 3x25 MW dan MPP (Mobile Power Plan) sebesar 60 MW.

"Saat ini Lombok Timur mati lampu masih gelap menunggu penormalan sistem," terangnya. Dia mengatakan membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk penormalan sistem. Hingga kini, pihaknya masih belum bisa memastikan kondisi pembangkit di Lombok Barat ikut terganggu atau tidak.

Masyarakat Indonesia berduka atas bencana gempa ini. INDOPOS menerima sejumlah pesan yang menyatakan rasa duka yang mendalam dari masyarakat. Semoga Allah senantiasa melindungi masyarakat di NTB dab Bali, serta daerah yang terdampak gempa. Lombok.  (lyn/tau/syn/vir)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-di-ntb #tsunami #gempa-bumi 

Berita Terkait

Gempa Bumi Susul Badai Jebi

Internasional

Bersama Aice, Fairel Viralkan Bangun Kembali Lombok

Indotainment

Cerita di Balik Viral dan Larisnya Penjualan Kaus 7.0 SR

Nusantara

IKLAN