Selasa, 13 November 2018 07:48 WIB
pmk

Ekonomi

Pertamina EP Optimalkan Produksi Jatibarang Field

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas nasional melalui beberapa strategi dan program.

Salah satu yang dilakukan kontraktor kontrak kerja sama di bawah supervisi dan koordinasi SKK Migas ini mengoptimalkan produksi Jatibarang Field. Saat ini rata-rata produksi harian Jatibarang sebesar 5.184 barrel oil per day (BOPD) minyak dan gas sebesar 42,05 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Upaya-upaya optimalisasi diharapkan bisa menambah produksi Jatibarang Field, dengan prognosa pencapaian rata-rata tertinggi minyak di Desember 2018 tembus angka 5.893 BOPD,” ujar Hermansyah Y Nasroen, Public Relation Manager Pertamina EP kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Minggu (5/8/2018).

Untuk meningkatkan produksi migas di Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field, semester II 2018 dilakukan pengeboran dua sumur di struktur Cemara (CMS-XXI). Kegiatan tajak sumur telah dilakukan Juli lalu dengan target tambahan produksi 150 BOPD.

Tak hanya itu, tajak sumur juga dilakukan pada sumur-sumur Akasia Bagus (ABG)-A2 rencana tajak di Oktober 2018 dengan estimasi tambahan produksi 137 BOPD. Upaya lain juga dilakukan melalui program stimulasi dan fracturing. Selain itu, reaktivasi, reparasi sumur khususnya di struktur X ray dan melanjutkan keberhasilan dua sumur di anjungan XMA.

“Jadi ada tiga sumur yang dilakukan reaktivasi menggunakan artificial lift ESP dan dua sumur lainnya akan diproduksikan dengan metode in situ gas lift dari satu sumur gas di struktur XMA,” katanya.

Tahun ini, strategi dan upaya optimalisasi produksi Pertamina EP meliputi program sumur eksisting berupa stimulasi, reaktivasi, konversi lifting, reparasi dan work over.

Adapun program optimalisasi produksi yang telah direalisasikan pada semester I 2018 berupa program reaktivasi yang memberikan kontribusi terhadap optimasi produksi di anjungan lepas pantai XMA. Dua sumur di anjungan tersebut XMA-8 dan XMA-9 berhasil dilakukan reaktivasi dengan pemasangan artificial lift ESP.

Beberapa upaya untuk mengoptimalkan potensi produksi eksisting dilakukan dengan konversi Artificial lift. Keberhasilan konversi lifting dari Gas lift ke ESP di antaranya sumur CMT-15, Sumur JTB-172. Selain itu, konversi lifting yang dilakukan dari gas lift ke HPU pada JTB-161 juga memberikan hasil gain yang signifikan.

Program reparasi dan work over, baik minyak maupun gas juga memberikan hasil yang positif, di antaranya sumur gas di Struktur Randegan dan Tugu Barat, RDG-48, RDG-50, TGB-19 menghasilkan tambahan rata-rata satu MMSCFD.

Adapun, sumur minyak hasil workover yang cukup memberikan hasil signifikan adalah di struktur Akasia Bagus (ABG-2 dan ABG-3) serta struktur Jatibesar (JBS-01). Saat ini kontribusi produksi dari ke tiga sumur tersebut rata-rata 537 BOPD secara sembur alam. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertamina-ep #jatibarang-field 

Berita Terkait

IKLAN