Rabu, 14 November 2018 04:04 WIB
pmk

Indobisnis

Cara The Voice Manjakan Konsumen dari Generasi Milenial

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID- Aktivitas masyarakat modern semakin kompleks menimbulkan kepenatan meningkat. Kondisi ini memicu tingkat stres tinggi bagi masyarakat di kota-kota besar.

Sehingga banyak orang mencari cara untuk menghibur diri mereka. Menurut pakar dari University of Frankfurt di Jerman, bernyanyi merupakan terapi untuk menenangkan hati.

Kegiatan bernyanyi sebagai upaya menghilangkan kepenatan ini mendorong bisnis rurmah karaoke terus tumbuh sepanjang 2018.

Perkembangan yang positif tersebut menurut pelaku usaha industri karaoke terus melakukan inovasi dan perbaikan layanan untuk memanjakan konsumen.

The Voice merupakan rumah karaoke semakin dilirik konsumen dari berbagai kalangan.  Bisnis rintisan Risma Situmorang, S.H, Jemmy Robert dan William Iwan Sutejo ini memiliki pelangan setia mulai dari keluarga, eksekutif muda, mahaiswa, anak jaman now atau milenial sampai selebritas tanah air.

Beberapa nama beken menjadi pelanggan setia antara lain Cut Keke, Malik Bawasier, Opie Kumis, Ferry Salim, Sinta Baby dan Lydia Wongso.

The Voice franchise dari brand lain. Kini rumah karaoke ini sudah memiliki 9 outlet tersebar di beberapa titik, seperti di Pondok Gede, Kalimalang, Cijantung, Galaxy, Cibinong, Pejaten, Kedoya, Bassura, dan Mangga Besar.

Agar bisa terus  bersaing di bisnis hiburan kompetitif, pemilik rumah karaoke ini berencana melakukan transformasi diri dalam memberikan kepuasan maksimal pelanggan.  Perubahan baru ini sudah mulai dihadirkan The Voice beberapa saat  lalu di semua outlet

“Strategi kami lakukan agar bisa  bersaing di dunia hiburan  dengan pertumbuhan sangat pesat ini adalah mengetahui kebutuhan pelanggan secara kontinuitas atau terus menerus, demi meningkatkan kenyamanan berkaraoke," jelas Risma.

Guna mewujudkan ini, The Voice mendorong budaya untuk terus berkreasi dalam mengimplementasikan ide-ide baru kepada seluruh staff  pengelola tempat hiburan ini.

Sementara , Jeremy Robert menambahkan tips  The Voice untuk selalu dekat dengan pelanggan adalah, mendengar keluhan ataupun kritik dari pelanggan sebagai bentuk perhatian sebagai motivasi agar lebih baik lagi

The Voice memiliki Staodar Operasional Procedur (SOP) dan regular evaluasi untuk menyikapi berbagai respon pelanggan, baik keluhan maupun pujlan. The Voice optimis bisa menjadi wajah baru yang membawa angin segar dalam dunia hiburan tanah air di industri karaoke.

Selain pelanggan, perbedaan signifikan yang terjadi yaitu dalam penggunaan teknologi baru. "Menciptakan atmosfer nyaman akan kami hadirkan melalui penggunaan audio system dan wireless microphone user friendly, serta pilihan ratusan ribu lagu uptodate, ruangan nyaman  untuk  memberikan  pengalaman bernyanyi  di  studio professional,"ungkap owner The Voice lainnya, William lwan Sutejo. 

The Voice kini sudah menggunakan sistem  terkomputerisasi. Sehingga, memungkinkan setting suara bisa disesuaikan dengan kebutuhan akustika di masing-masing ruangan.

Sewaktu bernyanyi, The Voice menawarkan variasi makanan dan minuman beragam dan penuh cita rasa semakin melengkapi suasana karoke. The Voice didukung oleh tenaga ahli profesional yang telah 15 tahun berpengalaman di dunia karaoke.

The Voice berambisi bakal terus mengembangkan jumlah outlet di berbagai kota besar di Indonesia. Dengan sistem franchise, manajemen The Voice membuka kemungkinan kemitraan dengan pengusaha lokal atau berbagai pihak bila ingin memiliki bisnis di industri hiburan. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #the-voice 

Berita Terkait

IKLAN