Minggu, 18 November 2018 07:05 WIB
pmk

Nusantara

Gempa Lombok Jadi Sorotan Dunia Internasional

Redaktur:

Sejumlah rumah di kawasan Lombok Utara ambruk usai gempa tadi malam, Minggu (5/8). (ist/jpc)

INDOPOS.CO.ID - Gempa berkekuatan 7 SR yang berpusat di Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi perhatian dunia. Beberapa media asing seperti New York Times, CNN dan Reutes turut memberitakannya. Media asal Inggris, Reuters mengambil judul korban tewas akibat gempa yang bertambah.

Sementara CNN memberitakan setidaknya ada 82 orang tewas ketika gempa berkekuatan 6,9 SR dan gempa susulan yang kuat, mengguncang pulau-pulau resor Indonesia di Bali dan Lombok pada Minggu (5/8). Begitupun dengan New York Times. Mereka menulis Pulau Lombok di Indonesia yang populer sudah dalam keadaan darurat selama seminggu ini.

Dilansir CNN, beberapa gambar yang diposting di sosial media menunjukkan kerusakan di Bandara Ngurah Rai Bali. Di mana ubin yang berada di langit-langit bandara ambrol dan jatuh ke lantai. Kendati begitu, penerbangan di Bandara Bali dan Lombok terus berlanjut.

Gempa bumi berkekuatan 7 SR telah memporakpondakan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB atau pukul 19.46 WITA. Gempa susulan dengan skala yang lebih kecil dilaporkan terus terjadi hingga Senin (6/8) dini hari waktu setempat. Tercatat, sementara ini ada 82 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, ratusan orang diketahui mengalami luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. "Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi," ujar Sutopo dalam keterangannya, Senin (6/8) dini hari.

Sesuai data yang diperolehnya, daerah terdampak paling parah ada di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang.

Korban luka-luka diketahui banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Sedangkan, gempa susulan terus berlangsung. Hingga Minggu (5/8) pukul 22.00 WIB, sudah terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.

"BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tersebut menjadi gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar," terang Sutopo.

Sutopo mengatakan, BNPB akan mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat.

Bahkan, lanjutnya, TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan. Khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada Senin (6/8) pagi.  (uji/JPC/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-di-ntb #tsunami #gempa-bumi 

Berita Terkait

Tanah Labil, Rawan Gempa Bumi

Megapolitan

Wow, Ada ”Tsunami” di Karawang

Ekonomi

Kota Palu Terbanyak Korban Meninggal Gempa Sulteng

Headline

Pascagempa Sulteng 4 Daerah Masih Terisolasi

Headline

Yang Tersisa dari Musibah Tsunami di Sulawesi Tengah

Nasional

BNI Bangun 400 Huntara di Daerah Bencana

Nusantara

IKLAN