Jumat, 21 September 2018 11:05 WIB
pmk

Hukum

Jero Wacik: Banyak Kekeliruan, Penggunaan DOM Sudah Sesuai Hak

Redaktur:

Jero Wacik (ujung kanan/batik kuning) sedang membacakan isi Novum, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

INDOPOS.CO.ID - Sidang Peninjauan Kembali (PK) yang kedua mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, digelar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (6/8).

Agenda kali ini Jero Wacik memberikan bukti-bukti atas kekeliruan Majelis Hakim yang menggunakan Permenkeu 003/2014 yang sudah di cabut dan tidak berlaku lagi. Permenkeu itu diganti dengan Permenkeu 268/2014 tentang Penggunaan DOM. ”Seolah-olah kesalahan saya dicover dengan kesalahan pada sidang sebelumnya saya merasakan ada kekeliruan dari majelis hakim,” kata Jero saat menyampaikan isi PK kepada Majelis Hakim, di Pengadilan Tipikor, Jakarta (6/8).

“Kalau menggunakan Permenkeu 268/2014, maka penggunaan DOM 80% boleh diambil dan dipakai secara LUMPSUN,”ujar Jero

Menurutnya, saat ia menggunakan DOM, negara tidak mengalami kerugian. “Saat saya menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Anggaran dari tahun (2004-2011) selalu diaudit BPK dan tidak pernah ada kesalahan tentang pengambilan dan penggunaan DOM,” tuturnya

"Selama 2008 sampai 2011, pengambilan DOM saya berkisar 50,25 persen, tidak lebih dari 80 persen, dan sesuai dengan hak DOM saya,” tambahnya. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jero-wacik #korupsi 

Berita Terkait

IKLAN