Rabu, 14 November 2018 12:07 WIB
pmk

Liga Indonesia

David da Silva Buru Top Scorer, Dimas Bahagia Starter Lagi

Redaktur:

David dan Silva merayakan golnya ke gawang Persela. Foto. ANGGER BONDAN/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID - DAVID Aparecido da Silva, tampaknya, jadi momok menakutkan bagi Persela Lamongan. Sebab, pemain kelahiran Sao Paulo, Brasil, itu rutin mencetak gol ke gawang Laskar Joko Tingkir setiap kedua tim bentrok.

Dalam laga kemarin, pemain 28 tahun itu bahkan mencetak dua gol untuk membungkam Persela dengan skor 3-1. Hasil tersebut sangat melegakan bagi Green Force karena memutus rentetan tiga kekalahan beruntun.

Bukan kali ini saja Da Silva menjebol gawang Persela. Gol perdananya bersama Green Force –julukan Persebaya– juga dicetak kala bersua Persela pada pekan kedua Liga 1 2018 di Stadion Surajaya, Lamongan, (30/3). Saat itu golnya pada menit ke-78 menghindarkan Persebaya dari kekalahan. Kedua tim bermain imbang 1-1.

Meski sudah menceploskan tiga gol ke gawang Persela, dia ogah dianggap sebagai momok bagi tim tersebut. ’’Saya tak pernah pikirkan mau mencetak gol ke tim mana. Termasuk Persela. Yang saya pikirkan adalah tiga poin bagi tim,’’ kata Da Silva.

Dengan tambahan dua gol kemarin, kini Da Silva total sudah mengoleksi 11 gol. Dia hanya terpaut dua gol dari pemuncak daftar top scorer Liga 1, yakni Ezechiel N'douassel (Persib) dan Fernando Rodriguez (Mitra Kukar), yang sama-sama mendulang 13 gol.

Meski punya kans untuk menjadi pencetak gol terbanyak, Da Silva enggan memikirkan hal itu. Dia fokus membantu kebangkitan tim. ’’Sekarang (usai memang lawan Persela) kami lebih kuat. Saya harap ini jadi modal untuk meraih kemenangan yang lebih banyak lagi,’’ tegasnya.

Di bawah komando Bejo Sugiantoro, dia yakin Persebaya bisa semakin garang. ’’Dia pelatih bagus. Mampu mengangkat mental kami. Dia juga bagus dalam menyampaikan apa yang dia mau. Itu sangat penting,’’ tambah Da Silva.

Sedangkan Dimas Galih Pratama secara mengejutkan dipercaya menjadi penjaga gawang utama Persebaya Surabaya saat menghadapi Persela Lamongan kemarin. Itu adalah penampilan kedua Dimas setelah pertandingan perdana Liga 1 melawan Perseru Serui (25/3).

Saat itu Persebaya menang tipis 1-0 di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Setelah itu, Dimas Galih tak pernah turun. Apalagi, pada awal kompetisi, dia sempat terkena tifus. Alhasil, hampir sepanjang kompetisi posisi di bawah mistar selalu menjadi milik Miswar Saputra.

Namun, karena dianggap tidak impresif, pada pekan ke-18 ketika melawat ke kandang Perseru, Miswar kehilangan posisinya. Alfonsius Kelvan menjadi kiper utama. Tetapi, Persebaya tumbang 1-3.

’’Saya lihat saat di latihan Dimas sangat termotivasi dan ingin memberikan yang terbaik. Bagi saya, kontribusi saat latihan itu penting untuk menjadi kerangka di setiap laga,’’ tutur karteker pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro. ’’Bukan berarti Miswar jelek, tetapi saya ingin mengayomi semua pemain,’’ imbuh bek legendaris Persebaya tersebut.

Diberi kesempatan untuk menjaga gawang, Dimas menjawab tantangan itu dengan mantap. Kiper berusia 25 tahun tersebut tampil lumayan dengan melakukan empat kali penyelamatan. Selain itu, dia mencatatkan satu kali intersep dan tiga kali sapuan.

Hanya, Dimas gagal clean sheet. Dia kecolongan ketika tandukan pemain belakang Persela M. Agung Pribadi menjebol gawangnya pada injury time babak kedua. Meski gagal menjaga gawangnya tetap ’’perawan’’, Dimas tetap bersyukur. Bagi dia, dipercaya kembali untuk menjadi kiper utama Persebaya sudah lebih dari cukup.

’’Saya hanya berusaha semaksimal-maksimalnya. Itu juga menjadi pelajaran untuk lebih baik ke depan,’’ ucap pria asli Surabaya tersebut.

Dimas mengakui, dirinya sempat terbebani dengan kekalahan tiga kali beruntun Green Force. Namun, pemain bertinggi 184 cm itu menyatakan, motivasi dari keluarga dan manajemen berhasil membuat Persebaya bangkit. (gus/c15/nur/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #persebaya-surabaya #persela-lamongan 

Berita Terkait

Misi Patahkan Rekor Jago Kandang

Liga Indonesia

Harus Tenang Eksekusi Peluang

Liga Indonesia

Persela vs Sriwijaya, Ancaman Keangkeran Surajaya

Liga Indonesia

Hajar Barito Putera, Persija Lebih Pede ke GBT

Liga Indonesia

Ke Jayapura, Kondisi Lawan Persebaya Lebih Bugar

Liga Indonesia

IKLAN