Rabu, 14 November 2018 08:48 WIB
pmk

Nusantara

Tukang Jagal Sapi Habisi Nyawa Preman

Redaktur: Redjo Prahananda

ERT tukang jagal sapi yang menghabisi nyawa preman (jpg)

INDOPOS.CO.ID - Polisi mengamankan seorang pria berprofesi tukang jagal sapi. Tersangka ERT, 50.

Polisi menangkap ET lantaran diduga membunuh seorang preman di kawasan Simpang Padang Tujuh Sumatera Barat.

ERT warga Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat ini, sempat menjadi buronan
Tim Opsnal Reskrim Polsek Koto Tangah.

Tim reserse melakukan pengejaran berhasil meringkus ERT di kawasan Simpang Padang Tujuh Kabupaten Pasaman Barat pada Minggu dini hari (5/8/2018). ERT langsung digiring ke Mapolsek Polsek Koto Tengah untuk menjalani pemeriksaan.

Kepada penyidik, ERT mengaku nekat menghabisi nyawa korban bernama Hengki Yusra Fernando, 44, lantaran telah memalak sang anak pada Jumat malam (3/8/2018) sekitar pukul 23.30.

Menurut tersangka, Hengki mantan narapidana ini terkenal kerap memalak.Kapolsek Koto Tangah Kompol Joni Dermawan menjelaskan, dari penyidikan terhadap tersangka terungkap awalnya ERT menerima pengaduan dari anaknya yang telah dipalak korban.

Tersinggung korban sudah memalak anaknya. ERT langsung menvari korban yang ditemukan di depan sebuah rumah makan di kawasan Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Saat itu juga ERT pun langsung menegur korban.

Namun teguran ERT itu berbuah percekcokan mulut dengan korban, dilanjutkan dengan perkelahian satu lawan satu, masih di depan rumah makan tersebut.

Tak seberapa lama keduanya terlibat dalam perkelahian, lalu korban terjatuh ke tanah dengan kondisi berdarah-darah.

Melihat lawannya terkapar bersimbah darah, ERT langsung kabur menuju kawasan Pasaman Barat. Polisi yang datang menemukan tiga luka tusuk pada bagian perut, paha, dan dada korban.

Setelah mendapatkan identitas pelaku dari para saksi mata di lokasi kejadian, polisi langsung melakukan perburuan. Dua hari kemudian ERT dapat diringkus tanpa perlawanan berarti.

"Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Jadi, sebelum tewas, korban dan pelaku terlibat perkelahian. Tersangka merasa sakit hati karena korban memeras anaknya," terang Joni Dermawan di Mapolsek Kota Tangah, Senin (5/8/2018).

Ia menambahkan, dari hasil penyidikan terungkap kalau pembunuhan itu tidak direncanakan tersangka. Terkait pisau yang digunakan, menurut Joni memang hampir setiap hari dibawa tersangka lantaran profesinya sebagai pemotong sapi. “Tersangka ini memang tukang potong sapi. Jadi pembunuhan ini tidak direncanakan," tukasnya.

Terkait korban yang kerap melakukan pemalakan memang diakui Kompol Joni, bahkan dari catatan kepolisian diketahui korban Hendri sudah beberapa kali keluar masuk penjara karena berbagai kasus kejahatan.

Namun ditegaskannya, tersangka ERT tetap dijerat Pasal 351 KHUP ayat (3) tentang penganiayan yang mengakibatkan kematian seseorang dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (rcc/jpc/jpg/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembunuhan #kriminal 

Berita Terkait

Satu Keluarga Tewas Dibantai

Megapolitan

Polisi Tangkap Jual Beli Mortir

Banten Raya

Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Jaksel

Jakarta Raya

IKLAN