Rabu, 21 November 2018 05:39 WIB
pmk

Liga Indonesia

Buntut Pemukulan Wasit, PSM Terancam Sanksi

Redaktur:

Pemain PSM Ferdinand Sinaga melakukan protes kepada wasit yang memimpin pertandingan melawan Perseru di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Minggu (5/8). ABE BANDOE/FAJAR/JPG

INDOPOS.CO.ID – Aksi kurang terpuji dilakukan oleh suporter PSM Makassar kalah melakoni laga kandang melawan Perseru Serui di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (5/8). Tepatnya di menit ke-72, salah seorang suporter dari sisi utara-timur turun dan tiba-tiba memukul asisten wasit Heri Rizky. Pemukulan itu dilakukan karena suporter yang memakai singlet hitam itu kecewa dengan keputusan-keputusan merugikan untuk klub kesayangannya dari wasit.

Buntutnya, PSM pun terancam sanksi dan denda dari Komisi Disiplin PSSI atas aksi tidak terpuji tersebut. sesuai dengan Kode Disiplin dan Regulasi Liga 1, minimal untuk denda Rp 50 juta akan dijatuhkan. Angka itu bisa bertambah mengingat bukan kali ini saja suporter Juku Eja melakukan aksi kurang terpuji dalam pertandingan.

Selain itu, ancaman sanksi laga tanpa suporter bisa dijatuhkan. Atau bisa jadi penutupan tribun timur hingga utara seperti yang pernah dijatuhkan kepada suporter Arema FC. Tentu ini sangat merugikan mengingat PSM membutuhkan dukungan dari suporternya untuk meraih target juara Liga 1 musim ini.

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin mengatakan, sudah mengetahui tentang tindakan kurang terpuji dari suporter PSM itu. Namun, sampai kemarin (6/8) laporan dan bukti-bukti tentang itu belum sampai di mejanya. Alasan itulah yang membuatnya masih belum berani berbicara hukuman apa yang bakal dijatuhkan untuk PSM.

’’Kita gak bisa langsung menyidangkan kasus. Harus lihat dulu laporannya. Bisa dari siapa saja misalkan dari pemain, klub, wasit, atau korban,’’ jelasnya.

Hal tersebut dilakukan agar keputusan yang dikeluarkan bersifat adil. Tidak merugikan pihak-pihak yang ada. ’’Penilaian juga bisa berdasarkan dari siaran televisi dan media sosial,’’ tambahnya.

Kendati tak ingin berspekulasi, Asep menambahkan, kasus pemukulan sangat dilarang keras dalam pertandingan sepak bola. Melebihi kasus pelemparan botol. Jadi untuk pembanding, dia mengatakan untuk kasus pelemparan botol saja dendannya bisa menyentuh angka Rp 50 juta. ’’Tetap sesuai kode disiplin,’’ tegasnya.

Bisa juga PSM akan dikenakan sanksi tanpa suporter ketika melakoni laga kandangnya. Seperti yang pernah diberikan kepada Sriwijaya FC hingga Arema FC. ’’Yang bisa dipastikan sekarang adalah sanksi denda itu. Hukuman seperti Sriwijaya dan Arema akan kami putuskan di sidang Komdis. Nanti dilihat, kami akan panggil klub atau pihak yang terlibat,’’ paparnya.

Sementara itu, Local Security Officer (LSO) PSM, Sauleng Rauf meminta maaf atas kejadian pemukulan itu. Dia mengungkapkan sangat kecolongan menyayangkan kejadian tersebut. Atas kejadian itu pria yang akrab disapa Yoyok ini mengaku tentunya PSM akan menerima teguran keras dan denda dari operator.

’’Ini akan tetap menjadi bahan evaluasi kami kedepan, dan kami akan kembali melakukan komunikasi dan koordinasi dengan mitra kami yaitu pihak Kepolisian dan Tim Steward,” katanya. (rid/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #psm-makassar 

Berita Terkait

“Kami Mau Menang, Mau Juara”

Liga Indonesia

Bukan Misi Mustahil

Liga Indonesia

Da Silva Belum Pasti, Masih Ada Osvaldo

Liga Indonesia

Kunci Menuju Takhta

Liga Indonesia

Tandang Terburuk Putaran Kedua

Liga Indonesia

Misi Sulit di Makassar

Liga Indonesia

IKLAN