Jumat, 16 November 2018 12:49 WIB
pmk

Internasional

Oposisi Bersekongkol Bunuh Presiden Venezuela

Redaktur:

UPAYA PEMBUNUHAN – Pemerintah Venezule menuduh dalang di balik penyerangan terhadap Presiden Maduro adalah pihak oposisi. Foto; AFP

INDOPOS.CO.ID - Pihak berwenang Venezuela menahan enam orang yang dicurigai menggunakan drone yang diberi bahan peledak dalam upaya untuk membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Namun upaya ini gagal.

Seperti dilansir ABC News pada Senin, (6/8), Pemerintah Venezuela menuduh oposisi bersekongkol dengan penyerang di Miami dan Bogota untuk melakukan serangan tersebut. Meski belum mempunyai bukti yang spesifik terhadap tuduhan tersebut.

Sementara itu, para pemimpin oposisi mencela Maduro karena segala kemunduran ekonomi yang dihadapi Venezuela sejak dia naik menjadi presiden. Serangan drone yang gagal itu terjadi ketika Venezuela dalam masa krisis ekonomi dan kemanusiaan yang memburuk.

Negara-negara asing, termasuk Amerika Serikat memberikan sanksi ekonomi terhadap daftar pejabat tinggi yang terus bertambah dan mengutuk pemerintahan Maduro sebagai rezim otokratis.

Para penyerang menerbangkan dua drone masing-masing berisi 1 kilogram (2,2 pon) bahan peledak plastik C-4 ke arah Maduro, istri, dan pemimpin top lainnya saat ia berbicara Sabtu malam di sebuah acara untuk merayakan peringatan ke-81 Garda Nasional. Salah satu drone itu meledak di atas presiden sementara yang lain harus meledak secara langsung di depannya.

Namun militer berhasil menjatuhkan satu pesawat tanpa awak secara elektronik dan yang lain jatuh ke dalam gedung apartemen dua blok jauhnya dari tempat Maduro berbicara kepada ratusan tentara. "Kami memiliki enam teroris dan pembunuh yang ditahan, bisa jadi akan masih ada penangkapan lainnya," kata Menteri Dalam Negeri Venezuela, Nestor Reverol.

Dari orang-orang yang ditangkap, Reverol mengatakan, dua orang sebelumnya terlibat dengan pemerintah, meskipun dia tidak menyebutkan nama mereka atau mengatakan tuduhan apa yang mereka hadapi. Salah satunya mengambil bagian dalam protes tahun 2014 yang mengguncang negara ketika ia jatuh ke dalam krisis ekonomi yang sekarang lebih buruk daripada Depresi Besar.

Menteri Pertahanan Venezuelan Vladimir Padrino Lopez mengatakan, para penyerang bertujuan untuk menghabisi seluruh pimpinan Venezuela bersama dengan Maduro. Para penyelidik terus mencari gedung apartemen di dekat lokasi dan memeriksa lebih dari satu hotel di mana mereka mengatakan mereka telah menemukan bukti rekaman.

Dua saksi yang tinggal di gedung apartemen terdekat mengatakan mereka melihat sebuah pesawat tak berawak melayang di atas jalan perumahan Sabtu malam dan kemudian mendengar ledakan. (jpc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #venezuela #pembunuhan 

Berita Terkait

Satu Keluarga Tewas Dibantai

Megapolitan

Kashoggi Sampai di Twitter Qahtani

Opini

IKLAN