Rabu, 19 September 2018 03:16 WIB
pmk

Jakarta Raya

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Bayar Iuran Sistem Autodebet

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun mengadakan sosialisasi kemudahan pembayaran iuran kepesertaan di kelurahan-kelurahan wilayah Jakarta Timur. Salah satunya sosialisasi yang diadakan di Kantor Kelurahan Cipinang Besar Utara (7/8/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Cipinang Besar Utara Sri Sundari, para pengurus RT, RW FKDM, LMK, kader jumantik, dan perangkat lembaga kemasyarakatan lainnya.

"Sosialisasi ini untuk menyadarkan peserta betapa pentingnya tertib iuran dan administrasi BPJS Ketenagakerjaan agar mereka bisa mendapatkan layanan serta manfaat secara maksimal tanpa kendala," ujar Kabid Pemasaran Penerima Upah (PU) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Irsan Sigma Octavian.

Menurut Irsan tertib iuran sangat penting. "Apabila terjadi sesuatu misal kecelakaan kerja, mereka bisa langsung tercover oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tanpa reimburse,” ungkapnya.

Guna memberikan kemudahan dan meminimalisasi tidak tertib iuran, saat ini BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun berkerja sama dengan Bank DKI untuk menggunakan sistem autodebet. Apalagi pengurus lembaga kemasyarakatan diberukan insentif oleh Pemprov DKI melalui rekening Bank DKI.

“Banyak yang tidak tertib iuran karena lupa membayar, untuk itu kami beker jasama dengan Bank DKI menerapkan sistem autodebet,” kata Irsan. Penggunaan sistem autodebet melalui perbankan ini diharapkan dapat memudahkan proses pembayaran iuran. Sistem ini akan menghindari tunggakan dan terhambatnya layanan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan.

Layanan autodebet ini juga mudah. Karena hanya tinggal mengambil formulir di BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun. “Besar harapan kami, Pengurus RT,RW,LMK,FKDM,dan kadet jumantik serta perangkat kelembagaan lainnya dapat menggunakan sistem pembayaran ini karena punya keunggulan bebas antrian, bebas transportasi, dan mengurangi risiko lupa membayar, sehingga bisa mendapatkan manfaat secara maksimal dari BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Irsan menyebut, berdasarkan amanah Undang-Undang seluruh pekerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seiring dengan itu para pengurus kelembagaan masyarakat di DKI Jakarta maupun perangkat desa di daerah-daerah yang mendaftar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya banyak keikutsertaan tersebut terbangun karena kesadaran karena besarnya manfaat perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Sudah banyak mereka melihat testimoni dari peserta lain yang mengalai musibah seperti kecelakaan kerja. Peserta tersebut tidak perlu memikirkan biaya rumah sakit, karena semua sudah tercover oleh program BPJS Ketenagakerjaan.

"Namun terkadang manfaat program tersebut terhambat karena kurang tertib nya iuran yang dibayarkan. Sehingga manfaat yang didapatkan tidak maksimal," ucapnya. Berkaca dari hal tersebut dan demi kepentingan para peserta sendiri maka perlu diterapkan sistem yang mendukung ketertiban iuran secara otomatis. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan 

Berita Terkait

Sadarkan Generasi Millenial Pentingnya Perlindungan Dasar

Jakarta Raya

Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dapat Diskon Rawat Inap

Jakarta Raya

Pastikan Perlindungan Pekerja Konstruksi

Jakarta Raya

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Investor Serbu Pasar Modal

Nasional

Sedih Campur Bahagia di Harpelnas

Jakarta Raya

Layanan Klaim JHT Sidik Jari Cegah Kecurangan

Jakarta Raya

IKLAN