Jumat, 21 September 2018 11:23 WIB
pmk

Hukum

Yusril Keberatan Saksi Ahli Mantan Auditor Perkara BLBI

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Tim kuasa hukum terdakwa Syafruddin Tumenggung keberatan dengan kehadiran auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), I Nyoman Wara sebagai saksi ahli dalam sidang perkara korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), kemarin (6/8/2018).

Pasalnya, Nyoman sebagai ahli atau saksi dalam perkara ini, merupakan auditor BPK yang pernah melakukan audit terkait BLBI terhadap BDNI.

"Beliau hadir sebagai ahli dan terkait alat bukti lain, bukti surat hasil pemeriksaan audit BPK yang melaksanakan audit beliau sendiri. Kita paham keterangan saksi dan ahli berdasarkan Pasal 1, tapi beliau dihadirkan sebagai ahli terkait alat bukti sebelumnya dan alat bukti bisa dualisme karena bisa keterangan ahli dan alat bukti," kata Yusril Ihza Mahendra, salah satu kuasa hukum Syafruddin Tumenggung melalui keterangannya, Selasa (7/8/2018).

Menurut Yusril, pihaknya keberatan karena Nyoman yang diajukan sebagai ahli untuk diminta menilai pekerjaan hasil auditnya sendiri sehingga ini sangat tidak adil dalam proses penegakan hukum.

"Kalau dia alat bukti surat, itu ahli menerangkan apa yang dilakukan, apa yang ditemukan, bagaimana prosedur yang dilakukan. Itu artinya, dia menilai pekerjaannya sendiri. Kan sangat aneh orang disuruh menilai pekerjaannya sendiri, benar atau tidak, kan itu sangat tidak rasional," ujarnya.

Kemudian, lanjut Yusril, jika Nyoman dihadirkan sebagai saksi fakta, dia hanya menerangkan fakat-fakta apa yang ditemukannya dan dituangkan ke dalam laporan tertulis. Pasal 1 angka 26, 27, dan 28 KUHAP dikaitkan dengan Pasal 184 KUHAP tentang alat bukti. Posisi yang bersangkutan harus diklarifikasi terlebih dahulu.

Dalam sidang yang berlangsung, Senin (6/8/2018), tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan 1 orang saksi yakni Mantan Ketua BPPN Glen MS Yusuf dan 1 orang ahli akuntansi dan auditing dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), I Nyoman Wara.

Ketua Majelis Hakim Yanto memutuskan bahwa yang bersangkutan bisa menyampaikan keterangan sebagai ahli. Sedangkan pihak yang keberatan, bisa menyampaikannya dalam pledoi atau pembelaan.

Namun Yusril tetap meminta agar persoalan ini menjadi clear sebelum Nyoman mengucapkan sumpah. "Biar clear dulu, kalau ahli menerangkan hasil ini dia menerangkan fakta, apakah melakukan audit melalui standar tidak bisa jadi ahli," kata Yusril. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #yusril-ihza-mahendra #kasus-blbi 

Berita Terkait

IKLAN