Jumat, 21 September 2018 09:29 WIB
pmk

Jakarta Raya

Simulasi Pengamanan Asian Games, Siapkan Pasukan Antiteror

Redaktur:

LATIHAN - Simulasi pengamanan delegasi peserta Asian Games 2018 di Lapangan Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (6/8). Foto. IQBAL/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Simulasi pengamanan Asian Games mulai dilakukan. Skenarionya, delegasi peserta Asian Games 2018 di Venue Golf Pondok Indah, mendapatkan ancaman teror. Namun demikian, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan dalam pengawalannya dihadang massa dari kelompok tak bertanggungjawab, beberapa orang aksi teror diamankan petugas dilokasi Golf Pondok Indah, Senin (6/8) sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.

"Kita melihat skenario dan ancaman yang ingin menghambat dan mencegat rombongan delegasi official Asian Games maka kita sikat. Kita siapkan personel melakukan pengamanan dengan melibatkan 625 personel. Selain akomodasi, tempat latihan dan venue kita jaga," tegas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar, Senin (6/8).

Kombes Indra Jafar menegaskan bahwa dalam simulasi pengamanan delegasi peserta Asian Games 2018 itu, ada 2 venue yang digunakan. Keduanya yaitu Lapangan GOR Bulungan untuk pertandingan voli dan 19 Agustus 2018 di Lapangan Golf Pondok Indah.

"Kami mengingatkan kembali kepada seluruh personel dan persiapan kita menghadapi ancaman seperti ini. Termasuk panitia dan peristiwa yang dapat mengakibatkan potensi kebakaran dihadapi petugas Damkar dan kecepatan PLN agar siap sedia mengamankan lokasi," tegasnya.

Hotel yang digunakan para atlet di wilayah Kebayoran Baru dan Kebayoran Lama juga dilakukan pengamanan. Venue latihan di Pasar Minggu, Kebayoran Baru dan Mampang. "Semua Venue ini dilakukan pengamanan jajaran POLRI-TNI," tegasnya.

Dengan harapan, sambungnya, semua personel mencukupi. “Hari ini (kemarin) kami lakukan simulasi, informasi yang kami terima intelegen bahwa akan ada ancaman aksi teror dari kelompok tertentu yang menjadi isu di Indonesia. Kami lakukan skenario seolah-olah mereka mencegah para delegasi Asian Games datang ke Venue Golf Pondok Indah dan ada oknum yang ingin menculik serta menyandera para atlet,” jelas Indra Jafar.

Dalam aksi tembak-tembakan di lokasi, beberapa pelaku aksi teror diamankan petugas dan penyelidikan dilakukan serta jasad pelaku yang tertembak dibawa ke RS Polri Kramat Jati (simulasi).

Letjen TNI (Purn) Sjafri Syamsudin sebagai Wakil Ketua INASGOC menambahkan, apa yang dilihat diyakinkan kepada negara bahwa kita siap mengamankan negara. Kita lihat ada soliditas, kendali yang cukup solid dan hal ini penting. "Tanpa soliditas tidak akan bisa mengamankan jalannya Asian Games 2018," ujarnya.

Dia menambahkan, gelar pengamanan kali ini sesuai dengan SOP pengamanan internasional kita dan kehormatan bagi bangsa menjadi pengamanan para delegasi Asian Games. "Pengamanan Ring 1, 2 dan 3 juga diterapkan. Jangan sampai mereka membawa senjata tajam," tegas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar.

Sementara itu, untuk lokasi perparkiran dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 seperti di Venue GOR Bulungan dan Golf Pondok Indah juga dilakukan pengamanan. "Kalau parkiran nanti dikelola dengan INASGOC siapa yang boleh masuk siapa yang tidak. Untuk Venue GOR Bulungan paling diarahkan ke Blok M Plaza, dan parkiran On The Street," tutup Kasudinhub Jakarta Selatan, Christianto. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN