Selasa, 20 November 2018 08:58 WIB
pmk

Headline

KPU Prediksi Pendaftaran Capres-Cawapres Kamis atau Jumat

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Ketua KPU RI Arief Budiman menyatakan pendaftaran pasangan bakal calin presiden - calon wakil presiden (paslon) kemungkinan besar akan dilakukan pada Kamis atau Jumat 9-10 Agustus 2018.

Menurutnya, indikasi paslon akan didaftarkan pada waktu akhir terlihat dari belum adanya partai politik atau gabungan parpol yang memberitahukan diri.

Padahal, lembaga penyelenggara Pemilu tersebut sudah menyampaikan supaya H-1 sebelum pendaftaran agar melapor kepada pihak KPU RI.

"Kami berharap parpol menyampaikan satu hari sebelum. Tanggal 8 (Agustus,-red) belum ada yang daftar. Bagaimana 9-10 (Agustus,-red), kami tunggu besok," ujar Arief di kantor KPU RI, jalan Imam Bonjol Menteng Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Apabila parpol akan mendaftarkan pasangan capres-cawapres pada hari yang sama, maka dia meminta supaya ada jeda waktu selama dua jam antara pasangan satu dengan pasangan lainnya.

"Meminta selisih 2 jam, kalau sudah dikonfirmasi jam 12, yang berikutnya jam 10 atau jam 2," kata Arief.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, mengatakan waktu pendaftaran pasangan capres-cawapres bersifat rahasia.

Sehingga, pihaknya tidak dapat memberitahukan kapan akan mendaftarkan Presiden petahana, Joko Widodo bersama calon wakil presiden ke KPU RI.

Meski begitu, dia mengaku akan memenuhi ketentuan dari KPU RI mengenai pemberitahuan pendaftaran pada satu hari sebelum pendaftaran.

"Kami akan penuhi itu. Tetapi h-1 itu rahasia," ujar Hasto.

Dia menegaskan, koalisi sembilan parpol pengusung Jokowi sudah mempersiapkan tim untuk melakukan pendaftaran sampai ke kampanye pasangan capres-cawapres.

"Koalisi ini sembilan. Telah bersama siapkan tahapan. Tim kampanye sudah dipersiapkan pada saat pendaftaran hal tersebut akan kami sampaikan," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpu-ri #pendaftaran-capres-cawapres #arief-budiman #hasto-kristiyanto 

Berita Terkait

OSO Lawan Putusan KPU 

Politik

KPU Warning Jokowi

Politik

IKLAN