Senin, 19 November 2018 06:48 WIB
pmk

Hukum

Kalapas Sukamiskin Mengaku Salah Mengelola Lapas

Redaktur: Redjo Prahananda

Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen usai menjalani pemeriksaan olek KPK, Jakarta, Selasa (7/8/2018). Foto: cr-1/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai memeriksa Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Wahid diperiksa penyidik selama 5 jam.

Saat keluar dari Gedung KPK, Wahid menerangkan kepada wartawan, dia telah mengakui kesalahan. “Saya dalam perkara ini mohon maaf kepada pimpinan, masyarakat atas segala kesalahan saya,”kata Wahid saat masuk mobil tahanan, di Gedung KPK, Senin (7/8/2018)

Wahid menyadari telah menyalahgunakan jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin.
“Saya mengaku salah dalam mengelola lapas ini, pokoknya saya salah dan menerima proses hukum,”ujar dia.

Menurut Jubir KPK Febri Diansyah pengakuan Kalapas tersebut adalah sifat kooperatif dari tersangka,” Kalau tersangka mengakui kesalahan berarti tersangka kooperatif. Bakal lebih baik, bila tersangka membuka peran orang-orang yang terlibat di dalamnya,”kata Febri.

Dalam kasus ini Wahid Husen diduga menerima suap dari Fahmi Damawansyah untuk pemberian fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dan pemberian perizinan keluar masuk lapas.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Wahid Husein disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, sebagai pihak diduga pemberi, Fahmi Darmawansyah disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 .

Pasal ini berisi tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.(cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kalapas-sukamiskin #kpk 

Berita Terkait

IKLAN