Senin, 24 September 2018 02:52 WIB
pmk

Nasional

Pelajaran Gempa Lombok: Penting Membangun Rumah Tahan Gempa

Redaktur: Redjo Prahananda

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

INDOPOS.CO.ID - Sebagian besar korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami luka-luka dan meninggal dunia karena tertimpa bangunan.

Menyikapi masalah tersebut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, pengembang perlu mempertimbangkan beberapa detail konstruktif agar bangunan dapat diandalkan terhadap gempa bumi.

"Permasalahan sekarang, bukan hanya di Lombok, tetapi menjadi permasalahan nasional. Daerah-daerah di indonesia kalau terdapat guncangan gempa keras banyak bangunan rumah roboh sampai menimpa penghun," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

Karena itu, sangat penting melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kemudian regulasi daerah rawan gempa ada keharusan bagi warga membangun rumah tahan gempa.

Padahal Departemen Pekerjaan Umum, telah menyebar buku panduan teknis ke daerah-daerah sampai ke kabupaten agar masyarakat memperhatikan teknik-teknik bangunan rumah dengan konstruksi tahan gempa.

"Berdasarkan pengalaman ini, setidaknya pemerintah daerah memiliki peraturan mengharuskan masyarakat membangun rumah tahan gempa," jelas Sutopo.

Sutupo menuturkan, Kota Mataram diguncang gempa sama kerasnya dengan Lombok Utara, tetapi jumlah korban Kerusakan di Kota Mataram lebih sedikit karena kontruksi sudah banyak menggunakan kontruksi tahan gempa.

"Tetapi daerah lain kontruksi bangunannya, fasilitas publik belum menerapkan bangunan standar tahan gempa. “(cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #bnpb #ntb 

Berita Terkait

IKLAN