Sabtu, 22 September 2018 06:28 WIB
pmk

Headline

Pascagempa Lombok Masih Gelap Gulita

Redaktur:

JADI PUING-Salah seorang petugas evakuasi mencoba masuk ke reruntuhan Masjid Jami’an Jamiah, Bangsal, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (7/8). Foto. IVAN MARDIANSYAH / LOMBOK POS / JPG

INDOPOS.CO.ID - Hingga Selasa (7/8) PLN mencatat masih ada sekitar  40 ribu pelanggan di Senggigi dan Tanjung mengalami padam listrik dengan perkiraan beban 10 MW. Di kota Tanjung yang merupakan lokasi terparah terdampak gempa bumi Lombok, PLN telah melakukan pengecekan pada rumah sakit dan kantor pemerintahan di sana dan listrik sudah menyala sejak Senin malam (6/8). Sebanyak 6 kantor rayon PLN Area Mataram pun dipastikan masih aktif beroperasi.

Kecuali kondisi di Rayon Tanjung yang memang paling parah terkena dampak gempa. Hingga kini, PLN masih terus berupaya memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan agar listrik dapat kembali normal. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidi mengatakan diperlukan waktu seminggu guna memperbaiki keseluruhan infrastruktur kelistrikan di Lombok. “Terus terang yang cukup memerlukan waktu karena harus mendirikan tiang. Nah, berapa tiang roboh sekarang lagi kita selesaikan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga masih harus menormalkan kembali trafo yang roboh. Setelah gempa, beban puncak listrik di Lombok turun dari rata-rata kondisi normal siang hari sebesar 155 MW menjadi 113 MW. Sebab, kegiatan usaha seperti mall, toko, hotel, dan perkantoran berhenti sementara atau tutup. Untuk daya mampu pembangkit di sistem kelistrikan Lombok sebesar 172 MW diupayakan terus bertambah dengan persiapan sinkronisasi PLTU Jeranjang Unit 3 kapasiras 25 MW untuk beroperasi.

Sedangkan untuk seluruh tower transmisi dan gardu induk telah beroperasi normal dan aman. Saat ini, PLN fokus untuk memperbaiki jaringan distribusi 20 kV dan memulihkan listrik pada fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, tempat penampungan pengungsi, instalasi air bersih dan kantor pemerintahan daerah setempat. Sebanyak 53 penyulang 20 kV pada sistem kelistrikan dalam kondisi aman dan normal, sementara lima penyulang lainnya masih padam sebagian.

Sementara itu musibah gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), mengundang keprihatinan berbagai pihak. Sejak satu minggu yang lalu, Pemkot Surabaya mendirikan posko peduli gempa yang terjadi di Lombok. Posko tersebut menerima berbagai macam sumbangan. Namun yang lebih pokok adalah bantuan uang yang diwujudkan dengan membangun sekolah.

“Kita lagi ngumpulkan uang karena banyak sekolah yang rusak. Sedangkan Pak Presiden (Jokowi, Red) mau bantu rumah untuk warga. Makanya bantuan ini kami wujudkan dengan membangun sekolah,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Selasa, (7/8).

Sejauh ini, lanjut Risma, pihaknya telah melakukan survei ke lokasi untuk meninjau sekolah mana yang kondisinya mengalami kerusakan berat. Bahkan kebutuhannya ditaksir untuk sekolahan mencapai Rp 880 juta. “Kami akan membangun satu sekolah di sana,” jelasnya.

Pembangunan sekolah ini, bukan tanpa alasan. Risma menyampaikan, dipilihnya sekolah karena bantuan seperti logistik maupun obat-obatan menurutnya sangat melimpah. Oleh karena itu, dirinya menginginkan sumbangan uang yang diwujudkan untuk membangun sekolah. “Jadi, biar anak-anak bisa sekolah lagi pasca gempa,” terangnya.

Baginya, pemkot belum mengirimkan tim relawan ke Lombok dengan alasan bantuan relawan di sana sudah banyak. “Makanya saya lebih konsentrasi ngumpulkan uang untuk membangun satu sekolah,” tandasnya.

Adapun uang yang sudah terkumpul terhitung sejak kemarin mencapai Rp 617 juta. Masing-masing sumbangan berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah SD dan SMP serta masyarakat Surabaya.(bae/no/vir)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-bumi 

Berita Terkait

IKLAN