Senin, 24 September 2018 09:03 WIB
pmk

Nasional

KRI Banjarmasin Angkut Yon Zikon 13 Bantu Gempa Lombok

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menyiagakan kapal perang untuk mengangkut bantuan dari instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk bencana gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat.

KRI Banjarmasin 592 berangkat mengangkut Satgas gempa Batalyon Zeni Konstruksi 13 Karya Etmaka, Selasa (7/8).

“Kini masih di dermaga JICT, Tanjung Priok, tapi sudah siap mengangkut Satgas dari Yon Zikon 13/KE untuk merenovasi rumah-rumah warga terkena dampak gempa Lombok sesuai perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menindaklanjuti perintah  dari Presiden Joko Widodo,” terang Kadispen Kolinlamil Mayor Laut (P) Laode M. Holib, Selasa (7/8/2018).

Dia menjelaskan, selain membawa 100 Prajurit dari Yon Zikon 13/KE, KRI Banjarmasin 592 juga membawa material berupa kendaraan angkut berat, seperti 3 unit NPS, 1 unit Truk Tangki BBM, Ran Kodal, Truk Tangki Air.

Termasuk kendaraan angkut berat Zeni (dumptruck 5 ton 5 unit, crane cargo, selfloader), alat berat Zeni (3 unit backhoe loader, 3 unit exca PC 70, 1 unit RO, 3 unit forklift dan lighting tower, 2 unit dozer D3), alat perkakas Zeni (5 set toolkit tk batu, 4 set toolkit tk kayu, 2 set toolkit tk listrik, 3 unit genset 10 kva, 2 unit alat potong serbaguna, 2 unit chainsaw).

Perlengkapan lain, alat komunikasi (HT dan Megaphone) serta alat pendukung seperti 3 set tenda pleton, 1 set tenda regu, 4 buah meja lapangan, 20 buah kursi lapangan, 100 buah fieldbed, 5 set kompor lapangan, 2 set Adurlap, 1 set alat kesehatan, 3 set terpal, dan 10 buah drum BBM.

“Dengan pengerahan kekuatan Zeni tersebut, kami berharap dapat mempercepat proses pembersihan puing-puing reruntuhan dan pemulihan bangunan akibat gempa, sehingga masyarakat korban gempa dapat kembali ke rumah masing-masing,” lanjut Laode.

KRI Banjarmasin-592 memiliki panjang 125 meter, lebar 22 meter, berat 7.300 ton. Kapal perang dapat melaju maksimal hingga 15,4 knot ini mampu mengangkut 344 personel, 13 unit tank, 2 unit Landing Craft Vehicles, 3 unit helikopter. Kapal ini juga dipersenjatai dengan meriam kaliber 57 mm dan kaliber 40 mm.

“Dukungan ini memang bantuan susulan setelah tiga KRI terdahulu, dr. Soeharso-990, Karel Satsuit Tubun - 356, dan Kakap - 811 berangkat membawa logistik lebih utama,”. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-bumi #tni 

Berita Terkait

IKLAN